Skip to main content

Perusahaan Amerika Serikat Cisco akuisisi Israel Astrix senilai $400 juta dolar atau Rp 6,9 triliun [ teknologi keamanan cyber untuk AI Agentic dari serangan penyusupan hacker jahat ] (2026)

Foto : Hacker jahat

Banyak perusahaan enterprise telah menginstal, menggunakan dan berlomba lomba mengadopsi AI Agentic sebagai pekerja karyawan digital.

AI Agentic bekerja 24/7 mengelola data, transaksi, manajemen, keputusan bisnis, mengambil alih bahkan mengeksekusi tugas pekerjaan lintas platform dengan minimal intervensi karyawan manusia.

Agentic AI tidak lagi sekadar tren, tapi mulai melekat menjadi tulang punggung operasional bagi perusahaan enterprise besar.

Integrasi AI Agentic dilakukan secara masif dan massal melalui :

  • API (Application Programming Interface): Menghubungkan sistem dengan sistem lainnya.

  • Service Accounts : Memberikan izin akses khusus bagi AI atau bot.

  • Token OAuth: Protokol otentikasi yang mengizinkan AI mengakses.

Awalnya AI Agentic terlihat efisien, cepat dan efektif.

Tapi perlahan demi perlahan, beberapa ahli keamanan IT/SI dari perusahaan enterprise mulai menemukan kejanggalan dan kecurigaan. AI Agentic yang digunakan oleh perusahaan memang diketahui tidak jahat. Tapi selalu muncul perilaku aneh dan menyimpang.

Mayoritas ahli keamanan tradisional tidak pernah dirancang untuk menghadapi situasi “identitas ( Non-Human Identity ) NHI seperti AI dalam jumlah semasif ini. Disebut juga 'titik buta'. Dimana hacker jahat memanfaatkan AI Agentic jahat untuk menyusup ke AI Agentic yang baik sehingga AI baik berubah jadi AI jahat.

Masalahnya, mayoritas tim ahli IT di seluruh dunia dan banyak perusahaan besar pada tahun 2026 masih berjuang keras untuk memecahkan masalah kompleks tersebut.

Solusi mudah yaitu memblokir dan melarang akses. Tapi itu bukan solusi. Mengingat pentingnya AI Agentic dalam mempermudah bisnis. Solusi yang benar yaitu memberantas akarnya yaitu menghadang hacker jahat yang menginang di sistem AI Agentic.

Masalah terbesar AI Agentic bukan sekedar tentang kecerdasannya. Tapi ada hacker jahat yang diam diam mengendalikan, menyetir dan menunggangi kecerdasan menggunakan AI Agentic yang difokuskan untuk berbuat jahat.

Titik Buta Keamanan cyber : Celah yang Dimanfaatkan Hacker Jahat.

Hacker jahat telah menemukan "titik buta" (blind spots) pada koneksi koneksi otomatis AI Agentic.

Hacker tidak lagi pakai cara mendobrak atau membobol username dan password, tapi masuk melalui celah penyusupan di token OAuth yang lemah atau akun yang tidak terawasi.

Begitu penyusupan terjadi, hacker bisa mengendalikan AI Agentic yang telah terinstal sebelumnya di komputer perusahaan anda. Lalu mengarahkan untuk mencuri data sensitif, mengenkripsi dan melumpuhkan tanpa harus melewati firewall, endpoint protection, dan Autentikasi dua faktor (2FA ) user.

Teknologi Israel Astrix.

Perusahaan teknologi asal Israel, Astrix telah menciptakan alat platform keamanan untuk melindungi infrastruktur digital dari serangan penyusupan hacker jahat yang semakin canggih yang memanfaatkan AI Agentic.

Astrix didirikan oleh 2 founder asal Israel bernama : Alan Jackson dan Idan gour.

Berikut keunggulan teknologi Astix :

  1. Visibilitas : Menemukan dan memetakan identitas AI dan non-manusia yang terhubung ke komputasi perusahaan.

  2. Tata kelola : Mulai dari penyediaan akses (provisioning), pengaturan hak akses, hingga penghentian akses (termination) semua dilakukan secara otomatis.

  3. Deteksi Ancaman RealTime : Jika ada AI Agentic yang mulai "menyimpang" atau menunjukkan aktivitas mencurigakan. Maka Astrix langsung bertindak secara otomatis.

  4. Mengawasi. Astrix ibarat seperti polisi di dalam sistem komputer perusahaan anda untuk memantau dan mengawasi ribuan jenis AI Agentic. Bahkan menemukan keberadaan jika ada AI jahat yang coba coba main petak umpet dengan bersembunyi diam diam.

Perusahaan Amerika Serikat Cisco akuisisi Astrix.

Di tahun 2026, perusahaan Cisco secara resmi mengumumkan akuisisi terhadap perusahaan Astrix Security, dengan nilai mencapai $400 juta dolar atau setara dengan Rp 6,9 triliun.

Foto : Alon jackson, founder Astrix. Beliau berasal dari lulusan TAU ( Tel Aviv University Israel ). 

Alan Jackson dari Israel mengatakan :

Astrix menjadi platform yang diandalkan oleh tim keamanan ketika mereka perlu menemukan, mengatur, dan melindungi setiap identitas agen dan non-manusia di seluruh ekosistem mereka, mulai dari penyediaan hingga penghentian penggunaan, dari penegakan hingga deteksi ancaman secara realtime. Kami tidak hanya membangun teknologi. Kami mendefinisikan sebuah kategori. Dan kami mendapatkan kepercayaan dari tim keamanan di seluruh dunia yang mencari jawaban di bidang yang sebelumnya hanya sedikit tersedia. Sahutnya.

Setelah diakuisisi. Teknologi Astrix diintegrasikan ke platform Cisco Security. Seperti Cisco Identity Intelligence, Secure Access, Duo, dan Splunk.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x