Skip to main content

Michael Shu berusaha mengubah sistem narasi tipu dogma tentang kesehatan dan membongkar gimmick dunia kesehatan dengan : 1]. Carnivore diet 2]. Tubuh perform yang sehat tanpa sakit kardiovaskular 3]. Tanpa skincare kimiawi ( 2026 )

Tak kenal maka tak sayang. Tapi kalau sudah kenal, pinjam dulu Rp 100.000 !

Hehehe ...

Foto : Michael Shu ( umur 45 tahun )

Perkenalkan. Mas Michael Shu

Michael shu adalah seorang pria asal Indonesia yang dulunya aktif bekerja sebagai atlet nasional.

Sebelum pensiun, dirinya setiap hari rutin melakukan olahraga gym dengan teratur.

Tapi meskipun fisiknya terlihat bugar dan sehat.

Ternyata mas Michael justru menderita sakit saraf kardiovaskular pada pembuluh darahnya.

Setelah pensiun dari dunia atlet, keadaannya malah tambah memburuk.

Olahraga di gym sudah jarang dilakukan yang mengakibatkan tubuhnya membengkak gendut hingga melonjak ke angka 100 kg. Parahnya lagi, penyakit sarafnya semakin kronis hingga membuat beliau sedih dan hampir menyerah putus asa.

Foto : Saat Michael Shu masih gendut

Mas Michael sudah berobat berpindah pindah, dari dokter yang satu ke dokter yang lainnya, bahkan hingga ahli akupunktur.

Tapi hasilnya sia sia.

Aneka macam obat 7 rupa di konsumsi setiap hari dari dokter

Tapi tidak ada yang berhasil menyembuhkan sakit saraf nya.

Tak ingin menyerah dengan keadaan. Mas Michael Shu tetap melawan penyakit kronisnya.

Michael Shu menyadari sebuah kebenaran bahwa ternyata penyakit ini akibat kesalahan pola hidupnya sendiri, maka yang perlu diubah adalah dirinya sendiri.

Michael Shu mengatakan :

"Berangkat dari keputusasaan penyakit kronis, saya mempelajari sendiri dasar-dasar fisiologi, biokimia, dan kedokteran lewat buku first principles seperti Guyton, Lippincott, dan Lehninger, serta berdiskusi dengan dokter ketogenic dari berbagai negara". Sahutnya.

Oh ya, teman teman bisa temui beliau di channel YouTube miliknya: Carnivore Mike.

Teman-teman juga bisa menonton podcast Michael Shu di channel Suara Berkelas.

Mas Michael menegaskan komitmennya:

"Pengetahuan kesehatan adalah hak dasar semua manusia. Semua saya bagikan di sini, gratis langsung dari literatur medis."

Pada intinya, ada 3 hal atau kesalahan narasi tentang kesehatan yang dinilai sebagai gimmick menyesatkan dan ingin diperbaiki oleh Michael Shu.

1]. Wajah Tanpa skincare kimiawi.

Banyak orang. Entah itu pria maupun wanita. Rela menggelontorkan banyak uang demi membeli skincare mahal untuk menjaga kesehatan kulit wajah.

Padahal, jika secara susunan ilmu biologi dasar, kulit manusia adalah protein dan lemak.

Menurut Michael Shu, alih alih menambahkan zat kimiawi dari luar, kenapa kita tidak berikan langsung bahan baku utamanya dari dalam ? 

Yaitu melalui konsumsi daging yang kaya protein dan lemak hewani.

Michael bersaksi banyak teman temannya yang sudah mengikuti panduan makan daging ( Carnivore Diet ) kini telah membuang semua skincare kimiawi milik mereka dan kulit mereka jadi sehat.

2. Carnivore Diet

Carnivore diet merupakan lawan ekstrem dari diet vegetarian.

Jika vegetarian membuang daging untuk fokus mengonsumsi buah, biji-bijian, dan sayur, maka carnivore diet justru kebalikannya yaitu mengonsumsi daging dan menyingkirkan buah serta sayur-sayuran dari piring.

Beliau menyarankan untuk mengonsumsi minimal 500 gram daging per hari, baik itu daging ayam, sapi, maupun ikan ( disarankan makan ikan sapu sapu ).

Waktu makannya cukup 1 atau 2 kali sehari karena protein hewani memberikan efek kenyang yang lama ketimbang karbohidrat.

Namun, beliau masih membolehkan makan nasi karbohidrat dalam jumlah terbatas, yaitu antara 50 gram sampai 100 gram saja per hari, serta sedikit tambahan buah atau sayur tapi sedikit saja.

Namun untuk dirinya sendiri. Michael shu sama sekali tidak makan nasi. 

3. Tubuh Perform yang Sehat Tanpa Sakit Kardiovaskular.

Mas Michael berujar memiliki banyak teman yang punya otot besar yang kekar dan rutin gym, tetapi di dalam tubuhnya, mereka menderita sakit kardiovaskular (saraf, jantung, masalah pembuluh darah, dll ).

Beliau memang tidak menyalahkan para bodybuilder, karena setiap orang punya keinginan masing masing.

Tapi menurutnya :

Buat apa punya otot dengan size besar kalau di dalam tubuhnya sakit.

Lebih baik memiliki otot yang perform dan sehat secara kardiovaskular.

Disisi lain, para bodybuilder harus seringkali direpotkan dengan makan protein berkali kali bahkan sampai 4 kali sehari (pagi, siang, sore, malam).

Sedangkan jika menerapkan lifestyle carnivore diet, cukup makan 1 sampai 2 kali sehari saja.

Jauh lebih efektif.

Menurutnya. 

Michael Shu bersikeras menolak gagasan bahwa tubuh berotot berarti tubuh sehat.

Tubuh besar yang terlihat kuat dan kekar belum tentu dalamnya sehat.

Apa gunanya punya otot besar tapi mengalami kerusakan pada syaraf pembuluh darahnya, sakit jantung, sakit ginjal dan metabolisme pencernaannya rusak.

Catatan Kritis dari Afrid Fransisco.

Melihat ambisi Michael Shu yang hendak gencar mengaungkan dan membawa Indonesia menuju gerakan edukasi dengan ilmu paradigma kesehatan yang baru untuk melawan dogma usang, keliru dan menyesatkan.

Selama ini, banyak narasi yang dilakukan oleh beberapa oknum medis dan kedokteran yang sejak lama sudah terhasut menyarankan orang orang sakit untuk menjadi vegetarian dan membuang daging.

Inilah yang dilawan oleh Michael Shu : Justru makan daging yang menyehatkan tubuh.

Namun, sebagai blogger, saya (Afrid Fransisco) merasa perlu ikut mengkritisi pandangan Mas Michael Shu secara realistis.

Mengapa ?

Karena carnivore diet belum tentu cocok untuk semua rakyat jelata Indonesia akibat tiga faktor utama ini :

1. Tidak Semua Orang Indonesia Mampu Beli Daging.

Mari buka mata pada realitas sosial di Indonesia.

Daya beli masyarakat Indonesia lemah, banyak yang terjerat utang kredit pinjol dan dompet sering kosong melompong.

Membeli pulpen seharga Rp 5.000 saja sulitnya bukan main.

Apalagi harus membeli daging ayam seharga Rp 40.000.

Tahu goreng, bakwan goreng, mi goreng, dan tempe goreng adalah pilihan realistis bagi kebanyakan orang Indonesia.

Sehebat apa pun narasi carnivore diet digembor gemborkan oleh Michael Shu di internet.

Itu tidak akan pernah berhasil bagi kebanyakan orang di Indonesia.

2]. King Abdi Masak Nasi Goreng.

Siapa yang bisa tahan godaan iman kalau melihat King Abdi sudah beraksi masak Nasi Goreng di Youtube. Dijamin diet carnivore orang Indonesia bakalan gagal total dalam hitungan detik.

Hidup para gemoy.

3. Risiko Konsumsi Daging Berlebih Terhadap Kanker.

Secara ilmu sains, harus hati hati. Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang melibatkan lebih dari 6.000 peserta menghasilkan fakta medis bahwa mengonsumsi makanan berprotein dalam jumlah yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko meninggal dunia karena kanker hingga 4 kali lipat.

Riset dari Universitas Harvard juga menyatakan bahwa hampir setiap orang sebenarnya memiliki sel kanker atau pra-kanker di dalam tubuhnya pada titik tertentu. Faktor utama yang menentukan apakah kanker itu akan berkembang aktif atau tidak adalah asupan protein yang berlebihan.

Karena sel kanker juga terdiri dari protein, membanjiri tubuh dengan protein daging secara ugal ugalan secara berlebihan justru berpotensi mempercepat pembesaran sel kanker tersebut.

Oh ya, bagi penderita hipertensi akut dan kronis. Tetap perlu mewaspadai konsumsi daging. 

Karena berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan lonjakan tekanan darah. Jika daging dikonsumsi atau dimakan terlalu banyak saat tekanan darah sedang tinggi tingginya mencapai 180 /120 mmHg. 

Justru bisa memperburuk kesehatan seseorang yang pada akhirnya dapat mengancam nyawa. Itu menyebabkan penyempitan pembuluh darah di jantung dan lonjakan tekanan darah yang semakin tinggi dan berisiko membawa kematian mendadak. 

Saya juga perlu mengkritisi Michael Shu tentang puasa. 

Karena semua orang punya fisik dan kondisi yang berbeda beda. Puasa memang baik, tapi memaksakan puasa kepada orang orang penderita diabetes melitus tipe 1 dan 2 untuk menerapkan puasa selama berjam jam, itu sama saja membawa mereka untuk bunuh diri atau mati mendadak ke 'alam kematian' akibat kondisi diabetes Melitus (DM) hipoglikemia.

Jadi berhati hatilah untuk memberikan informasi. Takutnya ada orang orang yang salah mengerti. 

Kesimpulan :

Jadi jika menurut pandangan saya. Apa yang hendak dibawakan oleh Michael shu memang ada benarnya.

Namun, jangan juga terlalu ekstrem. Pembatasan tetap perlu dilakukan. Irama makan sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan sebaiknya tetap dikonsumsi dalam porsi yang seimbang.

Selain itu, cara pengolahan masakan daging juga wajib disampaikan oleh Michael Shu dengan benar kepada masyarakat.

Takutnya, orang orang mengira makan daging bisa sembarangan.

Lalu mereka malah makan sate ayam yang gosong hitam ( Terbukti karsinogenik secara sains penyebab utama kanker ), daging sapi bakar hangus sampai jadi arang, makan sosis daging sapi olahan berbentuk kemasan kalengan atau menggoreng daging ikan menggunakan minyak kelapa sawit yang sudah jadi minyak jelantah, digoreng berkali kali dengan alasan menghemat keuangan buat beli minyak sawit. 

Alih alih menggoreng sehat justru itu memicu penyakit jantung koroner, stroke otak dan kanker. Pada akhirnya, pohon kelapa sawit lagi yang harus disalahkan. Padahal kelapa sawit tidak bersalah. 

Aku rasa ini perlu disampaikan dengan baik. Walaupun itu bakal mengundang marah warung sate ayam, restoran sate kambing atau warung makan bakar bakaran ikan lainnya.

( Coba alih fungsi ke versi panggang pakai alat electric oven yang lebih menyehatkan tubuh ).

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x