Skip to main content

6 Ide Jahat dari Afrid Fransisco agar Koperasi Merah Putih dapat Mengalahkan Dominasi Alfamart dan Indomaret dan membongkar rahasia tersembunyi Kopdes untuk kepentingan bancakan partai politik (2026)

Disclaimer : .

Saya tidak sedang mengusulkan kebijakan yang harus diterapkan pemerintah Indonesia. Saya hanya memberitahukan kepada anda bagaimana jika pemerintahan yang jahat meminta saya ( Afrid Fransisco ) untuk menjadi "pemikir ide, penasihat ide & arsitek strategi bisnis" yang bertugas memenangkan persaingan yang dimiliki oleh negara otoriter dan mabuk partai politik.

Anggaplah Afrid Fransisco sebagai seorang perancang ide jahat dan arsitek strategi bisnis kematian.

Dalam sebuah skenario fiktif yang penuh kejahatan :

Saya diperintah langsung oleh Presiden untuk menyusun ide cetak biru blueprint murni agar KPM (Koperasi Merah Putih) atau (Kopdes) mampu berjaya, memperluas gurita raksasa bisnisnya dan meruntuhkan dominasi ritel : Indomaret dan Alfamart.

Presiden meminta agar strategi ini dirancang tanpa membuat KPM mengorbankan margin keuntungan yang tipis. 

Berikut adalah 6 ide radikal yang dapat saya persembahkan kepada Tuan Presiden Gemoy :

1. Injeksi PMN Rp 100 Triliun Setiap 1 Tahun dari APBN. 

PMN adalah penyertaan modal negara yang diambil dari anggaran APBN. 

Langkah pertama adalah eksploitasi anggaran APBN skala masif tersebut untuk kepentingan kopdes. 

Perlu diketahui bahwa pesaing 

~ Indomaret memiliki lebih dari 24.000 gerai toko di seluruh Indonesia.

~ Alfamart memiliki lebih dari 21.000 gerai toko di seluruh Indonesia. 

Jika pemerintah ingin mengontrol, menguasai dan membangun Koperasi Merah Putih menjadi pemain nasional, maka jaringan toko KPM harus diperbanyak secara agresif hingga 80.000 unit bahkan kalau perlu sampai 100.000 ribu unit. 

Artinya, 2 pesaing digabung dari segi skala masif saja sudah tidak mampu menyaingi kopdes. 

Persaingan ritel modern tidak hanya berbicara tentang harga, tetapi juga soal jumlah toko.

Jika jaringan toko Kopdesnya diperbanyak secara agresif yang tersebar di desa, kota, kuburan, hutan, puncak bukit dan bahkan juga hadir di rawa rawa. 

Dengan jumlah toko gerai KPM yang melipatgandakan total gabungan kompetitor Indomaret & Alfamart. Itu saja sudah menyulitkan dan merepotkan Indomaret & Alfamart.

APBN harus diambil untuk mendanai Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 100 triliun per tahun dari kas negara. Dana fantastis ini dialokasikan untuk membangun & memodernisasi infrastruktur Kopdes dan melakukan ekspansi agresif tersebut. 

2. Persulit izin pembukaan toko gerai baru Alfamart dan Indomaret.

Mematikan Ekspansi Kompetitor Lewat Birokrasi Regulasi yang rumit. 

Pemerintah harus menggunakan kekuatan kebijakan regulasi secara ekstrem untuk mempersulit, memperlambat, bahkan membekukan izin usaha baru bagi Indomaret dan Alfamart. Melalui pengetatan aturan zonasi, kuota tahunan yang tidak masuk akal, hingga syarat AMDAL yang berbelit belit, ruang gerak ekspansi Indomaret & Alfamart tersebut akan terkunci rapat sehingga memberi jalan tol bagi operasional Kopdes berjalan dengan mulus.  

3. Monopoli Mutlak Hajat Hidup Orang Banyak Dengan Subsidi.

Kopdes harus diubah menjadi satu satunya toko yang memegang hak eksklusif penjualan barang barang bersubsidi nasional. 

Seluruh produk krusial seperti pupuk bersubsidi, minyak goreng bersubsidi, beras stabilitas pasokan, hingga gas LPG 3 kg dilarang keras dijual di toko ritel manapun dan warung kelontong juga dilarang menjual. Jika rakyat jelata nekat menjual barang & produk bersubsidi, maka kenakan mereka dengan denda dan hukuman 3 tahun penjara. 

Produk yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat apalagi yang disubsidi oleh pemerintah memang diketahui memiliki daya tarik yang besar guna memajukan kopdes. 

Akibatnya, masyarakat yang membutuhkan produk tersebut otomatis terpaksa tanpa ada pilihan lain akan datang ke toko KPM. Setelah berada di KPM, maka peluang masyarakat membeli produk lain juga meningkat. Dalam bahasa marketing, ini disebut 'traffik generator'. 

4. Subsidi Silang APBN dengan menambah Rp 100 Triliun per tahun lagi untuk Perang Harga.

KPM memerlukan dana tambahan sebesar Rp 100 triliun lagi per tahun dari APBN yang dikhususkan sebagai insentif subsidi silang produk.

Simulasi Perang Harga : Jika produk populer seperti Kinderjoy di Indomaret dan Alfamart dijual seharga Rp 20.000, maka Kopdes akan menjualnya dengan harga ekstrem murah sebesar Rp 15.000. Selisih Rp 5.000 akan ditanggung penuh oleh subsidi negara.

Skema pemangkasan harga antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per produk ini juga diterapkan pada pos-pos barang konsumsi cepat (FMCG) lainnya, memicu perang harga yang tidak bisa dilakukan oleh Indomaret & Alfamart. Tapi kopdes tetap meraup untung besar tanpa perlu margin tipis. Karena semuanya sudah ditanggung oleh subsidi melalui APBN. APBN yang tekor, tapi kopdes nya tetap cuan. Beban Pajak rakyat seperti pajak penghasilan dan pajak penjualan ditingkatkan hingga 25%. 

Termasuk tingkatkan beban pajak bagi Indomaret & Alfamart supaya 2 ritel ini kewalahan membayar pajak setiap bulannya ke negara Indonesia. Tapi pajak penjualan di Kopdes diberikan insentif kecil dibawah 5%, kalau perlu cuma 2% atau bahkan 0%.

5. Mengunci Daya Beli Masyarakat Lewat Restrukturisasi Voucher Bansos Elektronik.

Menurut saya, kekuatan utama sebuah toko tergantung pada kekuatan daya beli masyarakat. 

Disinilah pemerintah bisa masuk. 

Kunci utama keberlanjutan Kopdes adalah stabilitas kepastian daya beli. 

Caranya ? Alihkan seluruh sistem Bantuan Sosial (Bansos) tunai menjadi kartu elektronik berbasis voucher digital. Kartu ini didesain kaku : tidak dapat diuangkan di ATM dan sistemnya dikunci paksa secara digital agar hanya bisa dibelanjakan di jaringan KPM Kopdes. 

Dengan memaksakan jutaan penerima bansos untuk masuk ke pintu Kopdes secara otomatis mengamankan basis omzet triliunan rupiah setiap bulannya tanpa perlu bersusah payah.

Pelan pelan, Indomaret & Alfamart akan mati. 

6. Gelontorkan Rp 10 triliun untuk membangun citra merek KMP.

Membangun jaringan toko KPM saja tidak cukup. 

Sebuah merek harus punya nama baik di hati masyarakat.

Langkah pemungkas adalah memenangkan perang persepsi. 

KPM membutuhkan alokasi APBN sebesar Rp 10 triliun pertahun khusus untuk meluncurkan kampanye iklan pencitraan (goodwill) secara masif dan agresif. 

Menggunakan iklan di Google Adwords, YouTube, Meta Ads Network, jaringan televisi nasional, radio hingga papan reklame fisik, narasi publik akan dibombardir setiap hari. Tujuannya adalah menanamkan doktrin bahwa berbelanja di Kopdes adalah tindakan heroik membela cinta negara. 

Kesimpulan : 

Afrid Fransisco tidak mengajak pemerintah untuk menerapkan ide jahat ini. 

Tapi terkutuklah pemerintah yang dengan sengaja menerapkan ide jahat ini. 

Karena itu artinya sama seperti iblis yang telah menjalankan pemerintahan iblis.  

Sekarang, saya akan bongkar sebuah rahasia tersembunyi.

Tetapi untuk memahaminya maka anda membutuhkan pemahamanan mendalam. Karena saya tidak menjelaskannya secara eksplisit. Itu menjadi tugas masing masing orang saja. 

Apa itu koperasi dan bagaimana koperasi yang baik bisa diubah menjadi koperasi jahat. 

Koperasi adalah badan usaha yang dapat beranggotakan antara minimal mulai dari 2 orang anggota sampai 10 orang anggota pengurus tertinggi bahkan lebih yang berlandaskan prinsip ekonomi rakyat berdasarkan asas kekeluargaan

( tidak termasuk manajer, karyawan, cleaning services, satpam, dll. Mereka hanya pekerjaan biasa yang digaji oleh kopdes. Tapi petingginya tetap orang partai atau orang yang terafiliasi dengan pemerintahan ). 

Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya melalui pengelolaan usaha secara demokratis, gotong royong, dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) yang adil.

Tetapi tahukah anda, demi kepentingan partai politik, koperasi dapat diubah perananan untuk kepentingan pejabat partai politik berkuasa lainnya demi memuaskan nafsu keserakahan & kerakusan parpol melalui sifat akses keanggotaan orang dalam.

Mekanisme koperasi itu berbeda dengan perusahaan swasta terbuka dan transparant. Pada hakekatnya, koperasi itu baik untuk menumbuhkan kesejahteraan anggotanya tersendiri hingga bertahun tahun. Tetapi disini letak kelemahan dari koperasi yang dapat disisipi oleh parpol. 

Pada praktiknya, akses pendaftaran anggota koperasi itu dilakukan secara terbuka dan murah dan punya kesamaan kepentingan. Misalnya ( koperasi mahasiswa, koperasi karyawan, dll ).

Tapi sebenarnya tidak segampang membalikkan telapak kaki untuk terdaftar keanggotaan kopdes. 

Karena keanggotaan kopdes harus lewat orang dalam ( insider yang terafiliasi dengan kekuasaan parpol & pejabat berkuasa ). Lalu, sistem SHU milik koperasi berbeda dengan DEVIDEN. 

Itulah sebabnya saya mengatakan SHU koperasi sesungguhnya bersifat 'TERTUTUP/CLOSE'. Yang ujung ujungnya aliran keuangan hanya mengalir kepada segelintir sesama pengurus tertinggi internal yang punya kesamaan kepentingan di pemerintahan ( bond of asscociation ) di masing masing kopdes. 

Jika ada yang bilang. Koperasi didirikan untuk rakyat. Sebenarnya itu tidak benar juga. Karena koperasi juga cari untung untuk kepentingannya sendiri dan kepentingan keanggotaan eksklusif yang tertutup itu.

Orang orang yang berada di luar koperasi hanya selalu menjadi konsumen tanpa bisa mendapatkan hak SHU.  

Jika anda punya pemikiran mendalam. 

Sekarang seharusnya dengan penjelasan singkat ini sudah tahu dan sudah paham. 

Mengapa dan apa tujuan terselubung presiden mendirikan KOPDES. 

Apakah untuk rakyat. !

Jawabannya : TIDAK

Narasi koperasi merah putih untuk rakyat hanyalah kedok. 

Tapi tujuan sebenarnya untuk keperluaan, kekayaan, kekuasaan dan kepentingan bancakan PARTAI POLITIK. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x