Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Israel Phresh : Teknologi untuk memperpanjang umur Sayuran dan Buah dari Kebusukan (2016)

Setiap Hari Semua Manusia di Seluruh Bumi ini Memerlukan Makanan. Baik itu Nasi, Sayuran ataupun Buah-Buahan segar. Tanpa Makanan, Kita akan mengalami Kelaparan dan Perut bisa menjadi Keroncongan.

Biasanya ya, di Kehidupan sehari-hari. Ibu-Ibu lah yg Pergi ke Pasar untuk Berbelanja Ikan, Sayur-Sayuran, Daging Sapi, dan Buah-Buahan. Setelah Berbelanja. Ibu akan menyimpannya di Tempat Pendingin Es (Kulkas).

Setelah di Teliti Beberapa hari, Ternyata Kok Buah-Buahan dan Sayuran walaupun di Simpan di Kulkas. Kok Cepat juga ya busuknya..?   


Dampak negatif buah dan sayuran membusuk DI KULKAS
Berbeda dengan Daging dan Ikan yg Bisa kita Simpan Lebih Lama di Kulkas. Ini Berbeda dengan Buah-Buahan dan Sayuran.

Menurut Penelitian Tahun 2009 di Negara China aja ya. Telah di Laporkan Sebanyak 120.000.000 Juta Ton Limbah Busuk Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan Berasal dari Rumah Tangga yg dibuang sia-sia Karena Busuk. dan Belum Sempat di Makan oleh Keluarga Tercinta.

Dampak Negatifnya Tentu saja dari Segi “Keuangan Ekonomi Keluarga”. Karena apa yg Telah ibu beli Ternyata Telah Cepat Membusuk di Kulkas dalam Beberapa Hari.

Di Sisi Lain juga Membuat Ibu-Ibu Mesti Sering Bolak Balik ke Pasar untuk Membeli Sayur-Sayuran dan Buah yg Lebih Segar. Ini Lagi-Lagi Menguras Biaya Transportasi untuk Pergi ke Pasar karena Sering Sekali Bolak Balik. Mungkin ngga Masalah bagi Mereka-Mereka yg Tinggal di Sekitar Kawasan Pasar. Tetapi ini menjadi Masalah Bagi Ibu-Ibu yg Tinggal Jauh dari Pasar yg artinya Biaya Transportasi menjadi Naik.

Buah-Buahan dan Sayuran Sebenarnya Bisa di Awetkan dengan “FORMALIN”. Dengan Cara di Oleskan di Seluruh Bagian Makanan Tersebut. Tetapi Tahukah Anda. Formalin merupakan Zat Kimia yg Berbahaya apabila di makan oleh Manusia. Tentunya Mampu Memicu Penyakit Kanker.


Stratup Israel : phresh organic mencoba memecahkan masalah kebusukan buah-buahan dan sayuran di kulkas

Sebuah Stratup Israel yg Baru Berdiri Pada Tahun 2016. Mencoba Memecahkan Masalah ini dengan Teknologi yg Lebih Ramah Lingkungan Tanpa Mengoleskan Zat Kimia Formalin yg Berbahaya.

Beliau adalah Amit Gal Or dari Israel. Seorang CEO dari Phres Organic. Di Bantu oleh Ilmuwan Yahudi yg Lainnya di Laboratorium yg Telah Bekerja Hampir 12 Tahun untuk menemukan Sistem Terobosan ini. 

1 Menit Ketika Buah-Buahan dan Sayuran di Petik oleh Petani. Maka Di Saat itulah Proses Pembusukan di Mulai. Buah akan diedarkan ke Pasar, Supermarket dan Toko-Toko Sayuran. Ketika di Beli oleh Pelanggan. Buah atau Sayuran ini Kemudian di masak. Beberapa yg Belum Sempat di Masak. Di Simpan di Lemari Pendingin Kulkas.

Beberapa Hari Kemudian, Ketika Ibu ingin Memasak. Ia membuka Pintu Kulkas. Dan Telah Mendapati atau Menunjjukan Buah dan Sayuran Tersebut Telah Menghitam, Kusut, Berjamur, Membusuk.dan ngga Tampak Lagi Segar. Akhirnya di Buang ke Bak Sampah. Ibu atau Bapak Kemudian, Bergegas Kembali Lagi Pergi ke Pasar untuk membeli Sayuran atau Buah yg Lebih Segar.


Data dari PBB World Resources Institute menunjjukkan bahwa sepertiga makanan busuk dibuang sia-sia di Seluruh Dunia. Amit Gal Or mengatakan Padahal jika Masalah ini bisa diatasi. Maka bisa memberi makanan untuk orang-orang yg Kelaparan di Belahan dunia yg lainnya.

Perkenalkan Inovasi dari “PHRESH ORGANIC”.

TENTANG phresh organic
Phresh Organic adalah Sebuah Terobosan untuk Membuat Sayuran dan Buah-Buahan Bisa Awet Hingga 1 Bulan Lamanya di Kulkas Setelah 1 Menit di Petik dari Petani.

Ia bisa mengawetkan Apel, Selada, Kol, Anggur, Pepaya, Terong, Apel, Tomat, Kentang, Jamur, Stroberi, Paprika, dll

Sehingga dengan Batas Waktu 1 Bulan. Bisa Memberikan Kesempatan agar Keluarga Mampu Menghabiskan Sayuran-Sayuran dan Buah-Buahan Tersebut.

Cara kerja phresh organic
Phresh Organic ngga menggunakan Zat Kimia seperti Formalin yg dioleskan Pada Sisi-Sisi Sayuran atau Buah-Buahan. Teknologi Inovasi dari PHRESH murni Organik.

Rahasia Cara Kerjanya di Ambil dari Proses Ekstrak Minyak Esensial dari Oregano, Spearmint, Mustard dan Tanaman Lainnya sebagai Pengawet Alami. Yang Telah di Jadikan Seperti Bubuk.

Bubuk ini lah yg disimpan di Samping Buah-Buahan dan Sayuran Tersebut di Dalam Kulkas. Bubuk ini Mampu Mengubah Udara di Sekitarnya Menjadi Kekuatan Pengawet Alami.

Tampilan lucu :
Agar Tampilannya Terkesan Lucu. Tempat Penyimpanan Bubuk Bisa di Simpan Pada Wadah yg Berbentuk Seperti Robot dan Apel Lucu.

Wadah ini Selain Berkesan Lucu. Dan, Ya. Wadah Lucu ini juga di Sertai Indikator menggunakan Listrik untuk memastikan Kapan Waktu Bubuk Perlu di Ganti dengan yg Baru Karena Batas Kekuataan Pengawet Bubuknya hanya bertahan hingga 1 Bulan.

Untuk Penggunaan Bubuk dalam 1 Kulkas Per Tahun. Membutuhkan Biaya Sekitar $ 15 atau Rp 195.000 Per Tahun.

Fresh Organic bisa digunakan oleh Kalangan Ibu Rumah Tangga, Perusahaan Makanan, Industri Gudang Penyimpanan Makanan, atau Bisa juga untuk Industri Perkapalan Transportasi Buah-Buahan dan Sayuran.

Karena Startup ini masih Baru. Ia Ngga Tersedia di Indonesia. Baru di Kawasan Israel dan Amerika Serikat saja. Startup ini mendedikasi dirinya untuk menyelamatkan Lingkungan dan bencana Kelaparan.

Artikel Lainnya :

Youtube Trailer

Semoga Bermanfaat. GBU