Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan pertanian dan perkebunan Israel raih rekor ekspor $ 2,1 miliar dolar atau sekitar Rp 30 triliun rupiah pertahun ( 2022 )

Di bidang produksi pertanian dan perkebunan, Israel masih belum dapat berdaulat untuk bebas impor. 

Israel membeli produk pertanian dari negara lain meliputi kopi, teh, bawang putih, rempah rempah, minyak kelapa sawit, biji bijian pakan ternak, tembakau dan lain lain sebagainya. 

Pada tahun 2020. Impor pertanian Israel mencapai $ 6,7 miliar dolar atau sekitar Rp 95 triliun rupiah. Setara Rp 95.000 miliar rupiah per tahun. 

Kebanyakan impor Israel di beli berasal dari 5 negara yaitu : 1]. Amerika Serikat, 2]. China, 3]. Uni Eropa, 4]. Swiss Switzerland dan 5]. Turki. 

Sedangkan ekspor pertanian & perkebunan di Israel mencapai $ 2.1 miliar dolar atau sekitar Rp 30 triliun rupiah. Setara Rp 30.000 miliar rupiah per tahun. 

Namun, 95% kebutuhan dalam negeri terhadap makanan konsumsi orang orang Israel dapat dihasilkan oleh petani lokal.   

Produk berupa biji bijian sebagai pakan ternak unggas merupakan salah satu kebutuhan yang memaksa Israel sulit lepas ketergantungan impor dari negara lain sehingga terus menerus mengimpor. 

Sementara di sisi lain. Israel telah hampir 100% mandiri dalam produksi daging ayam broiler, ayam kampung, ayam tanpa bulu dan telur. Catatan keunggulan Israel di bidang perternakan ayam tak membutuhkan impor perdagangan daging unggas dari negara lain. Karena peternak lokal telah mampu mencukupinya. 

Perkembangan pertanian dan perkebunan Israel raih rekor ekspor $ 2,1 miliar dolar atau sekitar Rp 30 triiun rupiah ( 2022 )

7 dekade yang lalu. Wilayah Israel kebanyakan merupakan kawasan tandus yang gersang. 

Sumber utama pertanian di Israel kala itu banyak berasal dari wilayah utara di dekat danau galilea yang subur. 

Namun seiring bertambahnya populasi penduduk. 

Pemerintah Zionis menilai bahwa air danau tak mampu lagi menghandle untuk kebutuhan irigasi pertanian & perkebunan.

Di abad 21. 

Teknologi air dari perusahaan BUMN Mekorot dan perusahaan teknologi air lainnya di Israel memegang peranan penting dalam kemajuan pertanian yang turut menyediakan sistem pengairan irigasi yang kemudian dialirkan ke dalam sub sub kecil menggunakan jaringan pipa air tetes yang menyebar ke semua kawasan Israel. 

Mulai dari kota, desa, taman, hutan, kebun hingga ke pertanian rumah kaca greenhouse menggunakan sistem irigasi tetes netafim yang diinstal di dalam tanah. 

Air buangan dari limbah rumah tangga. Turut pula di daur ulang oleh pabrik pengolahan teknologi air.

Distribusi air untuk pertanian, perkebunan dan perternakan yang menjadi sumber kehidupan di Israel berasal dari peranan teknologi Mekorot, dimana perusahaan ini mengubah atau menyulap air laut asin menjadi air tawar bersih layak konsumsi. 

Dari total luas wilayah sebesar 22.145 kilometer persegi. 

Dari tadinya di tahun 1948 merupakan wilayah gurun pasir yang tandus. 

Kini 40% wilayah Israel telah berubah menghijau di penuhi oleh banyak pohon dan tanaman. Beberapa lokasi lain dijadikan taman hijau di dekat area kota & desa.  

Sebagai perbandingan dengan negara tetangga Yordania. 

90% wilayah Yordania adalah gurun pasir. Hanya 10% saja lahan hijau yang ada di Yordania. Dari tahun ke tahun wilayah tandus dan kekeringan air di Yordania malah terus bertambah luas. 

Keadaan berbeda terjadi di Israel.

Dimana persentase penghijauan di Israel terus bertambah luas di mana orang orang Yahudi mulai bergerak untuk membuat empung danau air buatan dan sistem irigasi air demi menanam lebih banyak tanaman sayur sayuran dan aneka pepohonan menuju ke arah Negev yang hingga artikel ini ditulis. 60% masih merupakan area tandus. 

Harapan ke depan yaitu terus menerus memperluas sistem irigasi air dari Mekorot demi menciptakan ekologi alami dan membentuk lebih banyak lagi embung danau air bagi konsumsi tanaman dan menciptakan pemicu terjadi hutan hujan tropis. 

Pertanian Israel melawan perubahan iklim

Pemanasan global warming menjadi tantangan bagi pertanian & perkebunan. 

Dimana cuaca suhu panas menghambat atau mengganggu hasil panen yang menyebabkan sering terjadinya kegagalan dan tanaman menjadi layu mati akibat kekeringan ekstrem. 

Iklim cuaca gersang sudah mendarah daging di Israel sehingga menganggap berbagai macam laporan di berbagai media internasional tentang peningkatan suhu panas malah menjadi ladang menggiurkan sebagai peluang bisnis menjanjikan bagi orang orang Israel.  

Trellis dari Israel mengatakan : 

Laporan itu tidak membuat saya takut karena kami memiliki kemampuan mengurangi efek itu. Kami telah punya kemampuan untuk beradapatasi. Mengubahnya menjadi peluang. Jadi kami harus lebih kreatif. Sahutnya. 

Youtube : IDE Technologies. Salah satu teknologi air buatan Israel yang telah berperan aktif menyuburkan jutaan tanaman dan pohon di gurun pasir. Membooster air di wilayah tandus menjadi surplus kelebihan dengan cara menyedot air laut asin di mediterania kemudian mengubahnya menjadi air tawar layak minum.

Israel adalah rumah bagi berbagai macam perusahaan teknologi inovasi pertanian dan perkebunan. Meliputi perangkat pemantauan sensor tanaman secara presisi, irigasi cerdas, IoT, robotika otomatis pemanenan, sistem pengelola kebun, penyerbukan, pengendalian hama secara alami menggunakan serangga, teknologi canggih untuk meminimalkan efek pemanasan global dan berbagai macam alat platform lainnya. 

Ilmu pengetahuan, bigdata yang akurat, algoritma komputer AI, dan teknologi memainkan peranan penting dalam kemajuan industri pertanian dan perkebunan di Israel. 

Walaupun hingga kini Israel masih belum dapat berdaulat sepenuhnya hingga 100% di bidang pertanian. 

Meraih rekor ekspor sebesar $ 2,1 miliar dolar merupakan sebuah prestasi gemilang untuk sebuah negara kecil yang berada di Timur Tengah tersebut. 

7 top ekspor produk pertanian dan perkebunan Israel meliputi : 

1]. Alpukat

2]. Kurma

3]. Kentang

4]. Paprika

5]. Lobak

6]. Mangga 

7]. Delima.

Rata rata tiap 1 orang petani di Israel memiliki lahan seluas 10 -13 hektar. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU