Penerimaan APBN Israel tahun 2026 di tetapkan oleh kementerian keuangan sebesar 556 miliar shekel atau Rp 2.839 triliun rupiah ( 2025 )
![]() |
| Foto : Menteri keuangan Israel, Bezalel Smotrich |
Hanya tersisa empat minggu sebelum anggaran negara Israel resmi disahkan pada 1 Januari 2026.
Sejak Oktober 2025, pemerintah Israel telah bekerja keras melakukan rapat internal dan diskusi intensif dengan berbagai kementerian serta anggota Knesset untuk membahas penyusunan rancangan anggaran sebagai persiapan memasuki tahun fiskal baru 2026.
Meskipun angka dalam rancangan anggaran (RAPBN) ini masih berpotensi mengalami penyesuaian sebelum ketuk palu.
Dokumen keuangan mencatat bahwa penerimaan negara Israel diproyeksikan sebesar 556 miliar shekel atau setara dengan Rp 2.839 triliun.
Transisi sebelum sisa anggaran tahun 2025 akan dimaksimalkan penyerapannya hingga akhir periode fiskal hingga habis menjadi 0 tak tersisa.
Selanjutnya, per 1 Januari 2026. Dana uang APBN yang baru sebesar 556 miliar shekel tersebut mulai didistribusikan.
Alokasi ini disusun berdasarkan skala prioritas ketat demi memastikan tercapainya tujuan strategis pemerintah Israel serta untuk melayani, melindungi, menghandle dan menyejahterakan lebih dari 9,5 juta penduduk Israel.
Dinamika ekonomi perang dan berakhirnya peperangan di tahun 2026.
Konflik berkepanjangan melawan terorist Hamas sejak 23 Oktober 2023. Memberikan tekanan yang tidak sedikit pada perekonomian negara Israel.
Pertumbuhan ekonomi Israel terkoreksi akibat besarnya biaya perang. Saat ini, pertumbuhan PDB year on year ( YoY ) berada di angka 3,5% dengan suku bunga acuan Bank Sentral dipertahankan pada level 4,5%.
Namun, terdapat anomali menarik dalam makro ekonomi Israel.
Di satu sisi pertumbuhan melambat, tetapi di sisi lain, cadangan devisa ( foreign exchange reserves ) justru melonjak memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah Israel menembus angka $ 231 miliar dolar atau ( setara Rp 3.857 triliun).
Menurut Benny Aharon. Peneliti ekonomi dari Universitas Reichman Israel.
Pencapaian ini bukanlah kebetulan. Merupakan usaha kerja keras dan strategi matang tahun tahun sebelumnya, di mana kementerian keuangan berupaya selalu menjaga defisit agar tetap terjaga sesuai batas yang ditentukan, menunda program belanja yang tidak penting dan memperbarui kebijakan pajak yang terbukti efektif. Surplus likuiditas kemudian dialokasikan untuk memperkuat cadangan devisa dan membayar utang negara yang rasionya kini mencapai 69% terhadap PDB.
Selain itu, kementerian keuangan juga tidak bosan menegur dengan keras kepada kementeriaan pertahanan IDF selaku penerima alokasi APBN terbesar #1 untuk tidak menggunakan uang APBN dengan boros.
Kementerian Pertahanan (IDF) mendapat sorotan khusus.
Kementerian keuangan secara tegas meminta kementerian pertahanan untuk menerapkan efisiensi ketat.
Penggunaan persenjataan mulai dari peluru, rudal, drone hingga amunisi lainnya harus diperhitungkan dengan cermat dan tidak boleh boros, mengingat mahalnya biaya pengadaan alutsista.
Berikut 5 besar peringkat alokasi anggaran Israel 2026 :
1]. Kementerian Pertahanan : 109 miliar shekel (Rp 569 triliun).
2]. Kementerian Pendidikan : 90 miliar shekel ( Rp 469 triliun).
3]. Subsidi asuransi nasional : Setara Rp 317 triliun ( Mirip seperti subsidi BPJS ketenagakerjaan ).
4]. Kementerian Kesehatan.
5]. Kementerian infrastruktur & pembangunan.
6]. Dll
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.
