Perusahaan Amerika Serikat Servicenow akuisisi perusahaan Israel Armis senilai $ 7,7 miliar dolar atau Rp 128 triliun rupiah [ teknologi perisai cyber proaktif TI, OT, IoT, dan medical equipment untuk melindungi perusahaan enterprise dari serangan hacker yang dilengkapi perangkat lunak langganan bayaran tool AI canggih yang didanai oleh APBN negara aktor jahat ] ( 2025 )
Ancaman serangan cyber dari hari tidak menunjjukkan gejala mereda malah makin menganas seiring berkembangnya teknologi digital dan AI.
Dalam lanskap keamanan cyber yang terus maju pesat. Penting rasanya jika teman teman memahami siapa sebenarnya dalang di balik layar komputer tersebut.
Pada umumnya kategori peretas atau disebut juga hacker dapat dibedakan menjadi empat tingkatan.
Yaitu 1. hacker individu dengan dana uang terbatas, 2. hacker berkelompok (grup) yang terorganisasi secara WFH dari dekat maupun jauh.
Lalu ada 3. hacker company swasta yang didanai melalui kas internal mereka sendiri dan terakhir yang keempat yang cukup berbahaya adalah hacker company swasta yang didanai oleh APBN dari aktor negara jahat ( nation-state actors ).
Ancaman terbesar bagi perusahaan enterprise saat ini justru datang dari kategori hacker keempat.
Berbeda dengan kategori hacker 1, 2 & 3.
Hacker ke 4 disokong finansialnya oleh pendanaan modal APBN negara aktor jahat. Akibatnya uang seperti tidak jadi masalah bagi mereka. Sehingga mereka bisa menggelontorkan banyak uang untuk belanja & menyewa langganan berbagai aneka macam perangkat lunak pembobol canggil yang mahal di darkweb atau memperkerjakan lebih banyak tenaga kerja hacker untuk membangun coding.
Hacker kategori ke 4. Umumnya tidak hanya mencuri data saja, melainkan minta tebusan dengan jumlah uang hingga diatas $ 10 juta dolar per serangan dengan target korban berupa company entreprise & BUMN milik negara lain seperti melumpuhkan infrastruktur negara lain, menonaktifkan dan mengunci dengan meminta uang tebusan crypto anonim. Seperti Monero maupun Zcash.
Perusahaan Amerika Serikat Servicenow akuisisi perusahaan Israel Armis.
Pada tahun 2025. Perusahaan Servicenow mengakuisisi Armis dengan nilai mahar sebesar $ 7,7 miliar dolar atau setara Rp 128 triliun rupiah.
Pembayaran akuisisi dibayar lunas dengan uang cash.
Dalam era di mana ketegangan geopolitik (seperti yang melibatkan Rusia, Cina, Iran dan Korea Utara yang bisa menggunakan uang APBN miliknya untuk menyewa hacker dari negara lain ) Itu juga semakin memicu pemanfaatan kecerdasan buatan AI sebagai senjata serangan cyber. Jadi pertahanan perisai cyber konvensional sudah tidak dapat lagi memadai.
Teknologi Armis asal Israel memberikan perlindungan perisai proaktif otonom terhadap aset perusahaan anda secara realtime. Mulai dari TI (Teknologi Informasi), OT (Teknologi Operasional), IoT (Internet of Things), industri manufaktur hingga medical equipment di rumah sakit.
Perangkat lunak langganan berbayar milik Armis memberikan visibilitas total, mampu melihat setiap perangkat yang terhubung ke jaringan internet dan mendeteksi anomali. Ini adalah solusi tepat guna bagi perusahaan enterprise anda.
Perusahaan Armis didirikan oleh 2 founder asal Israel bernama Yevgeny dibrov dan Nadir Izrael.
Keduanya berasal dari lulusan universitas Technion Technology Israel.
Foto : Yevgeny dibrov, berasal dari lulusan universitas Technion Israel
Yevgeny dibrov, CEO dan Founder Armis Israel mengatakan :
AI telah mengubah lanskap ancaman lebih cepat daripada kemampuan sebagian besar perusahaan untuk beradaptasi. Setiap aset yang terhubung telah menjadi titik kerentanan potensial. Kami menciptakan untuk melindungi ekosistem yang paling kritis dan memberikan intelijen realtime yang dibutuhkan perusahaan di sektor publik dan swasta agar tetap unggul. Sehingga mereka dapat melihat seluruhnya dengan jelas, memahami risiko dalam konteksnya dan mengambil tindakan sebelum insiden serangan terjadi. Melalui ServiceNow, kini pelanggan dapat memiliki cara baru yang ampuh untuk mengurangi paparan dan memperkuat keamanan dalam skala besar. Sahutnya.
Perusahaan Servicenow terdaftar di bursa saham Nasdaq Amerika Serikat dengan kode NOW.
Armis memiliki 200 karyawan. Setelah diakuisisi, seluruh coding, hak paten & ilmu blueprint milik Armis di transfer ke PT Servicenow yang berkantor pusat di Amerika Serikat. Kemudian kantor Armis di Israel akan ditutup permanen.