Jika di negara Indonesia, tulang punggung perekonomian di dominasi oleh sektor UKM ( usaha kecil menengah ). Maka keadaan terbalik justru terjadi di Rusia.
Ekonomi Rusia sebanyak 40% didominasi oleh BUMN, lalu disusul oleh perusahaan swasta publik yang teraffiliasi dimana sebagian sahamnya di pegang kendali oleh pemerintah Rusia.
Di Rusia terdapat sebanyak 194 perusahaan publik ( Tbk ) terdaftar listed di bursa MOEX ( Moscow Exchange ).
Walaupun kuantitas jumlah ini terlihat kecil cuma ada sekitar 194 unit. Tapi jangan anda anggap sepele. Karena itu menjadi pilar dan peranannya di perekonomian Rusia begitu signifikan dan berkontribusi terhadap penjualan ekspor & memperkuat GDP Rusia.
Kebijakan pemerintah Rusia dengan menjadikan dominasi BUMN + perusahaan publik swasta yang seluruhnya taat bayar pajak. Menunjukkan bagaimana hal ini memegang kendali yang kuat atas ekonomi Rusia sehingga tergolong sebagai bangsa maju. Dengan mengkombinasikan kapitalisme dan sosialisme dalam 1 pemerintahan Rusia.
Sedangkan di Indonesia. Kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia begitu bertolak belakang dan ngawur.
Alhasil, memicu menjamurnya pertumbuhan UKMM yang berjualan siomay, seblak, minuman es boba, kopi kopian, tahu gejrot, tahu tek, jajanan ayam gorengan, cilok, bakso dan aneka macam jualan makanan lainnya. Fokus perdagangan UKM di Indonesia adalah mayoritas menyasar pasar lokal domestik saja ( non-ekspor ).
Sedangkan di Rusia. Fokus ekspor. Bahkan anda akan jarang menemukan orang orang Rusia berjualan dipinggir jalan di dalam box kontainer ukuran sempit 2 meter x 1 meter sambil berjualan kopi rasa vodka dibawah terik matahari.
Karena memang penerapan kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah Rusia berbeda dibandingkan Indonesia.
Parahnya hampir mayoritas dari UKM di Indonesia tidak bayar pajak sama sekali.
Bahkan jikapun UKM harus bayar pajak. Cuma dapat jatah 0,5%.
Menyebabkan pendapatan APBN di Indonesia boncos. Parahnya lagi, kebijakan ini sungguh tidak adil. Dimana para buruh, karyawan dan pekerja dikenakan pajak 10%.
Sedangkan UKM terbebas banyak beban pajak. Tak ayal, mengapa jajanan street food berseliweran di Indonesia dan dianggap sebagai tulang punggung.
Padahal sebenarnya penyakit ketidakadilan akibat salah urus tata kelola kebijakan pemerintah di Indonesia akibat punya pemimpin tidak meritokrasi.
Jika di Indonesia lebih mengutamakan UKM. Maka di Rusia mengedepankan kombinasi sinergi kekuatan perekonomian berlandaskan BUMN dan perusahaan swasta publik.
