Skip to main content

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x

Mengapa Pesawat tempur, Drone Kamikaze Bunuh Diri dan Rudal Jelajah Harus Terbang Rendah ( Sea Skimming atau Terrain Following ) untuk Menipu Radar Musuh ( 2026 )


Channel Youtube kebanggaan saya 'Baku Hantam' memperlihatkan momen mendebarkan tentang perang Iran VS Amerika Serikat.

Bunyi : Tilung tilung ...

Sebuah pesawat tempur F-18 Super Hornet milik Amerika Serikat seharga Rp 1 triliun hampir nyaris meninggoy terkena sambaran rudal panggul Manpads yang cuma seharga perunit sekitar Rp 1 miliar rupiah.

Lalu kenapa pilot AS memutuskan terbang rendah sekitar 30 meter dari atas tanah.

Apakah cuma pengen nunjjukin kesombongan acrobat, gaya gayaan, sok jago atau uji adrenalin.

Yuk mari bedah tentang alasan logis dibalik terbang rendah ?

Alasan melakukan Sea Skimming atau Terrain Following.

F-18 Super Hornet bukan pesawat tempur siluman.

Ini beda dengan F-35 Lightining, B-2 Spirit maupun F-22 Raptor yang berkemampuan stealthy, sehingga dapat leluasan terbang tinggi diatas awan untuk mendominasi langit.

F-18 tidak punya privilege seperti F-35, F-22 & B-2.

Jadi F-18 semata mata terbang rendah sekitar 30 meter dari atas tanah sebagai strategi agar radar musuh mengalami kesulitan mengendus atau buta dalam mendeteksi keberadaannya dengan memanfaatkan hukum alam yang tidak dapat dilawan oleh teknologi apapun.

Yaitu LENGKUNGAN BUMI atau BULATAN BUMI.

Dalam istilah militer. Ini disebut sebagai Sea Skimming atau Terrain Following. Yaitu teknik penerbangan yang sengaja dilakukan oleh pilot guna menghindari deteksi radar musuh atau menghindari sistem pertahanan rudal udara musuh ( A2/AD Anti Access Area Denial ) dengan cara terbang serendah rendahnya dari atas tanah atau disebut juga 'Low Altitude Flight'.

Memahami Cara Kerja Radar

Radar bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik searah garis pandang (Line of Sight).

Masalahnya, bentuk bumi bulat. Artinya ada area "blind spot" akibat lengkungan bumi.

Sekuat apapun radar dan sejauh apapun pancaran radar.

Pada akhirnya radar pasti gagal terhalang lengkungan bumi.

Biasanya, radar ditempatkan di atas truck. Dengan ketinggian 5 meter dari atas tanah.

Tapi jika radar ditempatkan di atas bukit. Biasanya, jadi sasaran incaran pembuka awal untuk diserang oleh F-35 & F-22.

Rumus Fisika dan Matematika

Jarak deteksi dihitung dari tinggi antena radar dan tinggi terbang pesawat.

Dalam dunia militer dan teknik radar, menggunakan koefisien 4,12.

Rumusnya :

Di mana:

  • d = Jarak deteksi (km).

  • hr = Tinggi radar di atas tanah (meter).

  • hd = Tinggi pesawat di atas tanah (meter).

Berikut adalah daftar jarak deteksi untuk berbagai ketinggian terbang pesawat tempur, dengan asumsi tinggi radar musuh adalah 5 meter ( menggunakan rumus pembiasan standar d = 4,12 tadi ).

Perbandingan ketinggian pesawat tempur terbang rendah dan hasil jarak buta :

  • 10 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 22 km

  • 20 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 28 km

  • 30 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 32 km

  • 40 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 35 km

  • 50 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 38 km

  • 60 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 41 km

  • 70 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 44 km

  • 100 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 50 km

  • 200 meter = Radar Mulai Kehilangan deteksi ( buta ) di jarak : 67 km

Artinya semakin rendah pesawat tempur F-18 terbang. Maka semakin kesulitan radar musuh mendeteksinya.

Inilah alasan logis mengapa dalam peperangan modern : drone serang, rudal jelajah Tomahawk, pesawat tempur bahkan drone kamikaze bunuh diri sering menggunakan teknik Sea Skimming atau Terrain Following mengikuti kontur bumi untuk "menyelinap" masuk ke wilayah musuh.

MAU TERBANG RENDAH SALAH, MAU TERBANG TINGGI SALAH.

F-18 Super Hornet memang pesawat tempur yang serba salah dan penuh dilema.

Mau terbang tinggi malah rawan kena rudal besar : S-300, Bavar, Sayyad, Khordad dan HQ-9.

Mau terbang rendah juga rawan kena rudal kecil : Manpads.

Jika pilot F-18 memutuskan menghindari radar dan menghindari rudal besar dengan cara terbang serendah rendahnya memanfaatkan geometri lengkungan bumi. 

Maka F-18 harus berurusan dengan moncong rudal panggung Manpads yang dioperasikan oleh infanteri menjadi ancaman yang sama berbahaya.

Jika pesawat tempur F-18 tertembak oleh Manpads. 

Hanya ada 2 pilihan :

1]. Pilot selamat tapi disandera.

2]. Pilot selamat tapi akhirnya mati ditembak di TKP oleh infanteri terorist.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.