Skip to main content

Donald Trump VS Paus Leo XIV [ Apakah pemimpin #1 Katolik lupa jika doktrin Amerika Serikat sudah berubah jadi kementerian perang ] ( 2026 )


Pemimpin #1 tertinggi di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump mengencam Paus Leo XIV atas pernyataan pemimpin gereja Katolik sedunia yang ingin menyerukan perdamaian.

Pada bulan April 2026. Dilansir dari website time.com

Donald Trump mengecam Paus Leo XIV. 

Menuduh pemimpin #1 Katolik ini sebagai 'PAUS LEO LEMAH DALAM HAL PEMBERANTASAN KEJAHATAN', 'BURUK UNTUK KEBIJAKAN LUAR NEGERI', 'SAYA BUKAN PENGGEMAR BERAT PAUS', 'LEO HARUS MEMPERBAIKI PERILAKUNYA MENGGUNAKAN AKAL SEHAT'.

Dalam akun media sosial miliknya, Truthsocial.com

Donald Trump mengatakan :

Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir,”. Saya tidak menginginkan seorang Paus yang berpikir bahwa Amerika menyerang Venezuela adalah hal yang mengerikan, sebuah negara yang mengirimkan sejumlah besar narkoba ke Amerika Serikat dan yang lebih buruk lagi, mengosongkan penjara untuk para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara AS. Dan saya tidak menginginkan seorang Paus mengkritik Presiden Amerika Serikat karena saya melakukan persis apa yang saya dipilih yang menjadi tujuan saya terpilih dalam kemenangan telak. Yaitu menetapkan angka kejahatan terendah sepanjang sejarah dan menciptakan pasar saham terbaik dalam sejarah”. Sahutnya. 

Cuitan Donald Trump terjadi karena Paus Leo terus menerus beberapa kali menyerukan 'CUKUP SUDAH PERANG'. 

Hal ini kemudian membuat gerang Donald Trump. 

Dalam pesawat kepausan saat sedang mengudara menuju Aljir ( kota Aljazair ). Paus Leo XIV telah membaca balasan cuitan Donald Trump. 

Saya tidak ingin berdebat dengannya ( Maksudnya : Donald Trump )

Saya rasa pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan oleh sebagian orang. 

Saya akan terus bersuara lantang menentang perang, berupaya mempromosikan perdamaian, mendorong dialog dan hubungan multilateral antar negara untuk mencari solusi yang adil bagi permasalahan."

Terlalu banyak orang yang menderita

Terlalu banyak orang tak bersalah yang dibunuh. Sahut pemimpin tertinggi #1 Gereja Katolik. 

Youtube : Kementerian perang Amerika Serikat

Saat Bahasa Perang ala Amerika Serikat Bertemu Seruan Perdamaian ala Gereja Katolik.

Perdebatan antara Donald Trump dan Paus Leo XIV yang terjadi di media sosial di tahun 2026. 

Trump menyerang Paus Leo secara terbuka dan blak blakan. 

Disisi lain, Paus Leo menegaskan bahwa misi Gereja adalah menyuarakan perdamaian, bukan ikut arus politik kekuasaan geopolitik.

Dalam laporan AP, Paus Leo mengatakan tidak takut pada pemerintahan Trump dan akan terus berbicara menentang perang ( cukup sudah perang ), dialog dengan hati yang damai dan multilateralism. 

Tapi disinilah letak poin pentingnya. 

Apakah Paus Leo XIV seolah olah "LUPA"  jika doktrin Amerika Serikat sudah berubah dari kementerian pertahanan jadi kementerian perang ( departement of war ). 

Seharusnya, Paus Leo XIV sudah tahu bahwa pada tanggal 5 September 2025. Tepatnya hampir 1 tahun yang lalu, Presiden AS Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk mengubah nama alih alih kementerian pertahanan menjadi “Department of War” sebagai gelar baru bagi Amerika Serikat. 

Perubahan doktrin ini saja sudah cukup jelas bagi kebanyakan orang, bahkan bagi orang awam yang tidak tahu apa apa tentang geopolitik. Paham simbol 'WAR' menunjjukkan bahwa Amerika Serikat kini berubah menjadi lebih militeristik dan lebih keras.  

Artinya kekuatan militer menjadi bahasa utama AS dalam diplomasi global dan sebagai penegas hegemoni.

Lihat saja, anggaran belanja APBN untuk kebutuhan militer AS telah dinaikkan oleh Trump hingga mencapai 1,5 triliun dolar atau setara Rp 25.650 triliun rupiah. Tertinggi sepanjang sejarah Amerika Serikat berdiri. 

Trump berbicara bahasa perang.

Paus berbicara bahasa perdamaian. 

Kedua orang ini sudah pasti tidak nyambung dan memiliki dua frekuensi yang berbeda. 

Mengapa AS Semakin menjadi Dominan sebagai "Bangsa Perang".

Sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Istilah "Pertahanan" terus digunakan oleh AS. 

Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat mengubah akarnya sebagai bangsa yang siap melakukan agresi militer demi kepentingan nasional ( America First ). 

Menculik presiden dari bangsa lain dan secara terang terangan mengakui telah membunuh pemimpin tertinggi Iran. 

Departement of war berubah menjadi makin aktif dan diaktifkan.  

Amerika tidak lagi hanya menunggu diserang. Tapi siap menyerang duluan, tanpa peduli apa pendapat dan kritikan dari pihak lain, seperti Paus Leo. 

AS memposisikan diri sebagai mesin perang yang siap dikerahkan kapan saja untuk menaklukan negara lain yang mencoba coba mengoyang posisi hegemoni AS.

Jadi, negara yang tidak setuju dengan AS. Artinya bisa diperangi. 

Youtube : Kementerian perang Amerika Serikat

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x