Skip to main content

Israel Diamond : Teknologi pengendalian memanipulasi kapal dagang dan kapal tongkang jadi boneka kapal perang otonom palsu dari jarak jauh melalui perangkat lunak IT/SI (2026)

Sementara banyak negara lain, sedang sibuk belanja kapal perang dengan menggelontorkan uang APBN untuk membeli lebih banyak armada kapal perang.

Kendati demikian. 

Negara komunis ateis China lebih gacor membangun lebih banyak kapal perang dan kapal induk.

Amerika Serikat lalu ikut panik melihat perkembangan jumlah kapal perang China, sehingga presiden Donald Trump ngga pengen hedegomi AS miliknya kalah..

Sehingga memicu melahirkan kebijakan untuk mendorong visi memperbesar jumlah kapal perang Amerika Serikat.

Trump berujar :

Semakin banyak kapal perang maka dianggap semakin kuat.

Semakin besar ukuran kapal perang maka dianggap semakin kuat.

Presiden Donald Trump telah resmi membelanjakan uang APBN secara besar besaran guna mendongkrak jumlah kapal perangnya dari 290 unit menjadi 350 unit. 

Rencana ini bahkan mencakup pembangunan 25 unit kapal perang destroyer raksasa berbobot hingga 40.000 ton yang ukurannya lebih besar. Nantinya akan disebut sebagai Trump class dimana ukurannya lebih besar dari kapal perusak kelas Arleigh burkle yang ada saat ini.

Dengan menambah ukuran kapal perang yang semakin besar dan jumlah yang diperbanyak. Presiden Trump berharap bisa menyaingi China.

Tetapi di Israel justru datang membawa pola pikir dengan pemikiran berbeda.

Israel justru tidak sibuk membeli lebih banyak kapal perang berukuran besar.

Memiliki kapal perang ukuran besar itu mahal, tidak efesien dan bisa menjadi beban APBN jangka panjang. Semakin besar kapal perang, semakin mahal perawatan, bahan bakar, dan maintenance modernisasinya.

Ujung ujungnya siapa yang bayar ?

Apakah pakai kartu kredit agen George Soros.

Tentu bukan.

Yang bayar adalah :

Rakyat Israel. 

APBN yang dikumpulkan susah payah dari uang pajak rakyat akan terus tersedot hanya untuk menjaga marwah kebesaran alustista kapal perang di laut yang menganggap semakin banyak punya kapal perang artinya negara semakin kuat. 

Benarkah demikian... ? 

Lagian, jika terjadi peperangan di laut. Belum tentu kapal perang dalam jumlah banyak dan kapal perang ukuran besar bisa menang.

Youtube : Israel IAI Diamond.

Solusi DIAMOND dari Israel.

Meneliti tantangan finansial dan operasional.

Pemerintah Israel melalui perusahaan BUMN IAI Israel Aerospace Industries menggunakan pendekatan efisien. Alih-alih menghabiskan banyak anggaran APBN untuk membangun kapal perang raksasa maka IAI memperkenalkan solusi yang disebut DIAMOND.

Konsep DIAMOND yaitu tidak membuat kapal perang baru.

Tapi menyulap kapal dagang sipil, kapal kargo, dan kapal tongkang biasa menjadi kapal perang otonom palsu (wings ships) yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan perangkat lunak IT/SI.

1 kapal perang utama bertindak sebagai otak pusat kendali yang berlayar di belakang.

Lalu kemampuan tempurnya didistribusikan ke kapal lain melalui perangkat lunak IT/SI, jaringan komunikasi, sensor, radar, drone, keamanan data dan sistem kendali jarak jauh.

Jadi, kapal dagang sipil dan kapal tongkang biasa bisa berubah menjadi “boneka kapal perang bayangan”.

Setiap kapal boneka membawa radar, peluncur drone, rudal, sistem peperangan elektronik, ASW ( anti submarine warfare ) hingga sensor pengintai.

Musuh akan tetap dijamin kesulitan melawan 'kapal perang boneka'. Karena setiap bagian dek kosong telah disulap menjadi gudang senjata dengan penambahan box modular yang berisi paket Diamond. Ini sudah termasuk drone Harpy, drone Harop, rudal blue spear, rudal Lora dan rudal Barak.

Kapal boneka palsu pembawa Gudang Senjata.

Satu kapal perang utama bertindak sebagai "otak" yang mengendalikan jaringan kapal-kapal otonom sebagai sayap pendamping untuk perpanjangan jaringan saat bertempur maupun bertahan.

Ketika menghadapi serangan dari musuh. Maka kapal boneka palsu ini berlayar di depan menyediakan pencegat atau pertahanan udara (interceptors) untuk melindungi 'sang otak utama yang asli'

Sebaliknya, saat harus menyerang wilayah musuh, kapal boneka akan berada di garis depan untuk menyerang dengan daya gempur ( firepower ) yang banyak tanpa harus membawa kapal 'sang otak' ke garis depan.

Melalui Diamond. Artinya kapal dagang biasa, bisa berubah bentuk menjadi seperti memiliki serangan yang sebelumnya hanya dimiliki kapal perang mahal. Dan jikapun kapal boneka hancur tertembak oleh musuh. Maka kapal 'sang otak' dapat mengirim kapal kapal boneka otonom lainnya untuk berperang atau ngeprank musuh pakai kapal perang palsu.

Boaz Levy CEO IAI dari Israel mengatakan : 

Solusi ini akan memungkinkan angkatan laut untuk secara efektif menghadapi ancaman yang terus berkembang di arena maritim yang kompleks, dengan kemampuan untuk beralih dengan cepat antara misi defensif dan ofensif serta terus beradaptasi dengan kebutuhan operasional yang berubah”. Sahutnya.

Guy Bar-Lev tim IAI dari Israel mengatakan : 

"Peperangan laut modern bergeser dari konsep yang berbasis pada platform individual ke struktur kekuatan yang fleksibel dan terhubung dalam jaringan. DIAMOND diciptakan untuk memberi angkatan laut kemampuan untuk memperluas kekuatan tempur, daya tahan, dan ketahanan operasional. “Ini adalah konsep operasi inovatif yang mengubah cara pasukan angkatan laut memproyeksikan kekuatan dan melindungi aset strategis di pertempuran yang kompleks dan penuh ancaman. Sahutnya. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x