Skip to main content

Perusahaan Amerika Serikat Ondas.com Akuisisi Perusahaan Israel Omnisys senilai $ 200 juta dolar ( Rp 3,4 Triliun ) [ Teknologi perangkat lunak AI untuk orkestrasi medan perang otonom dengan kecepatan tinggi ] ( 2026 ).

Perang modern dan wajah pertempuran di era 2026 telah mulai melibatkan banyak sistem peperangan elektronik, sensor, efektor, kamera elektro optik, pesawat drone kamikaze bunuh diri, robot berbentuk anjing, robot UGV, radar berbasis AI dan banyak lagi.

Tentara dan operator manusia apabila menghandle, memantau, mengawasi, memanajemen dan mengelola semua pekerjaan tersebut melalui layar antarmuka secara manual dan satu per satu sudah pasti membutuhkan banyak tenaga kerja manusia yang tidak efektif, lambat dan membengkakkan biaya menjadi mahal, selain itu dapat menyebabkan operator atau kru manusia mengalami kelelahan mental dan stres kronis akut akibat berhadapan dengan multidomain yang kompleks dan penuh tantangan.

Israel Omnisys.

Bak seperti permainan catur dengan otak AI yang dapat berpikir cepat.

Perusahaan teknologi asal Israel menciptakan perangkat lunak berbasis AI yang disebut BRO ( battle resource optimization ) untuk mengorkestrasi dan memanfaatkan seluruh aset alutsista militer yang ada guna mengelolanya secara otonom dan realtime.

Melalui pemrosesan algoritma AI, teknik perhitungan fisika dan metodologi riset operasi, sistem mampu melakukan kalkulasi optimasi dan mengoordinasikan taktik militer dengan kecepatan mesin AI berkecepatan tinggi yang mustahil ditandingi oleh manusia yang kerjanya lambat.

AI BRO buatan Omnisys memberikan rekomendasi keputusan dalam hitungan milidetik dan membantu mempercepat tugas dari beban kerja workflow operator tentara manusia di pusat control komando, tentara infanteri yang ada di lapangan medan tempur. Termasuk dapat dipakai pada skenario sistem pertahanan udara berlapis lapis seperti air defense, surveillance, spectrum management, border security, dan electronic warfare.

ONDAS akuisisi Omnisys.

Perusahaan asal Amerika Serikat yang tercatat di bursa saham Wall Street, Ondas Holdings Inc. ( kode saham: ONDS), secara resmi telah mengakuisisi 100% kepemilikan saham Omnisys dengan nilai mahar sebesar $ 200 juta dolar atau setara dengan Rp 3,4 triliun rupiah.

Tujuan Ondas mengakuisisi yaitu demi meningkatkan kemampuan Perangkat Lunak Optimasi Medan Perang yang telah Teruji battle proven guna Mempercepat Transisi Ondas Menuju Orkestrator Pertahanan Otonom Berbasis Perangkat Lunak. Selain itu untuk menambahkan profit keuntungan perusahaan dengan memperbanyak portofolio produk milik Ondas dengan aneka macam persenjataan baik berbentuk kombinasi perangkat keras ( hardware ) dan terintegrasi dengan perangkat lunak IT/SI.

Eric Brock, CEO Ondas dari Amerika Serikat mengatakan :

BRO adalah platform perangkat lunak yang terbukti dan teruji di medan perang yang memberikan nilai operasional yang berarti dengan meningkatkan perencanaan, optimalisasi sumber daya medan perang, dan eksekusi misi secara real-time di lingkungan multi-domain yang kompleks. Arsitekturnya yang tidak bergantung pada vendor dan interoperabilitas di seluruh ekosistem pertahanan yang lebih luas akan memperkuat kemampuan kami untuk berintegrasi ke dalam infrastruktur pelanggan yang ada dan mendukung penyampaian solusi yang terukur dan siap misi untuk pasar pertahanan global.” Platform BRO dari Omnisys berfungsi sebagai rangkaian perangkat lunak AI modular dan independen dari vendor yang mengintegrasikan data dari sensor, sistem komando dan kontrol, platform otonom, dan aset operasional ke dalam gambaran operasional yang terpadu. Dengan menggunakan algoritma AI canggih dan metodologi riset operasi, BRO menghasilkan tindakan optimal secara real-time di seluruh siklus misi — mulai dari perencanaan pra-misi hingga adaptasi dalam misi dan analisis pasca-misi. Platform ini telah terbukti efektif dalam pertempuran dalam skala besar, termasuk penerapan dalam operasi pertahanan udara berlapis yang kompleks, di mana platform ini meningkatkan efektivitas sistem pertahanan berlapis sekaligus memaksimalkan pemanfaatan sumber daya medan perang yang terbatas melalui optimasi real-time di berbagai sistem secara bersamaan. Sahutnya.

Platform BRO buatan Omnisys beroperasi sebagai rangkaian perangkat lunak AI modular yang independen (vendor-agnostic). Artinya, sistem ini mampu menyerap, menyatukan, dan menganalisis data dari berbagai sensor, radar, sistem komando & kontrol (C2), serta platform robot otonom yang Terpadu (Common Operational Picture).

Sistem ini juga mampu mengoptimalkan intersepsi ancaman udara secara simultan, memaksimalkan penggunaan amunisi, mengoordinasikan efektor pertahanan udara dengan efesiensi yang maksimal.

Ekspansi Agresif Ondas membangun pabrik manufaktur drone dan robot tempur.

Pemerintah Israel secara resmi telah menyetujui Ondas untuk mengakuisisi Omnisys.

Sebelumnya, perusahaan Ondas tidak diizinkan dan ditolak oleh pemerintah Israel karena Ondas pengen mengakuisisi Mprest Technologies asal Israel. 

Gagal maning mengakuisisi 'Mprest Technologies'. Karena dilarang pemerintah Israel. 

Kendati demikian, Sebagai gantinya Ondas mengakuisisi Omnisys.

Sebelumnya Ondas juga telah mengakuisisi banyak perusahaan teknologi asal Israel, meliputi perusahaan pembuat robot anjing scout untuk keperluaan militer, perusahaan pembuat senjata laser untuk pertahanan udara dari serangan manpads, mengakuisisi Airobotics yaitu perusahaan yang bergerak di bidang drone quadcopter otonom, Roboteam yaitu perusahaan yang bergerak di bidang robot penjinak bom. Sentryc yaitu perusahaan pencipta teknologi intersepsi drone melalui peperangan elektronika. Dan lain lain.

Rekam jejak Ondas memang dikenal doyan dan suka mengakuisisi dan mencaplok perusahaan teknologi militer asal Israel.

Akuisisi Omnisys merupakan strategi Ondas yang percaya bahwa masa depan peperangan melibatkan lebih banyak drone dan robot yang terintegrasi dengan AI.

Kendati demikian, Ondas kian agresif membangun pabrik seluas 1 hektar yang disebut dengan fasilitas Performance Drone Works (PDW). Fasilitas manufaktur ini ditargetkan mampu mencetak pendapatan tahunan (revenue) sebesar $ 400 juta dolar pada tahun 2027 dari lini bisnis penjualan senjata tersebut.

Kendati demikian, tetangga Ondas di Amerika Serikat. Yang turut menjadi pesaing kompetitor. Yaitu Andruli industries, bergerak jauh lebih masif, berskala besar, raksasa dan destruktif. Perusahaan Anduril asal Amerika Serikat, sudah membangun mega pabrik manufaktur seluas 500 hektar yang dinamakan ARSENAL-1.

Fasilitas pabrik Arsenal1 diperuntukkan untuk memproduksi secara massal pesawat drone, robot tempur, dan persenjataan militer berbasis AI dengan target penjualan guna memperoleh nilai pendapatan kurang lebih $ 2,2 miliar dolar atau setara dengan Rp 38 triliun rupiah pertahun.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x