Perusahaan Drone militer Israel Xtend berbasis AI. Buka Kantor Cabang & Pabrik Manufaktur di India (2026)
![]() |
| Foto : Desain gedung Xtend di India. |
Pertumbuhan pangsa pasar drone kamikaze ( drone bunuh diri ) dan drone balap FPV (First Person View) pembawa bom. Setiap tahun, permintaan terhadap kedua jenis drone ini terus melonjak tajam.
Pada tahun 2023 lalu, nilai pasar drone jenis kategori ini berada di angka sekitar $ 20 miliar dolar. Nilai tersebut kemudian merangkak naik ke angka $ 36 miliar dolar. Pada tahun 2026 pasarnya diproyeksikan menembus $ 100 miliar dolar di seluruh dunia.
Lalu prediksi pada tahun 2034 di masa mendatang bakal melonjak drastis hingga $ 256 miliar dolar atau setara dengan Rp 4.440 triliun rupiah per tahun.
Bagi teman teman yang belum familier. Drone kamikaze adalah drone yang dirancang untuk menyerang target musuh dengan cara menabrakkan dan meledakkan dirinya bersama target tersebut.
Contohnya seperti cuplikan di video berikut ini :
Sedangkan drone FPV adalah drone balap yang ditugaskan untuk membawa hulu ledak bom lalu menjatuhkan bom tersebut ke bawah target sasaran musuh, lalu kabur melesat kembali dengan kecepatan tinggi.
3 Varian Drone Kamikaze Berdasarkan Transmisi Data.
Dalam industri militer, terdapat tiga jenis varian drone kamikaze yang dibedakan berdasarkan cara pengiriman sinyal transmisi.
Perusahaan drone asal Israel, Xtend, telah melakukan riset mendalam dan menguji ketiga teknologi ini.
Drone Berbasis GPS : Varian ini mengandalkan navigasi global positioning system dari satelit. Seperti GPS dari Amerika Serikat, BeiDou dari China dan Glonass dari Rusia. Kelemahannya mudah dipatahkan, diganggu secara elektronik atau di jamming. Biasanya versi ini ada yang dikendalikan melalui remote control dari jarak jauh oleh operator manusia dan ada yang cuma terbang pada satu arah mengikuti koordinat GPS tanpa perlu remote control. Biasanya, drone terbang dengan cara bodoh hanya mengikuti lintasan. Tapi keunggulannya, harga drone ini begitu murah dan bisa diproduksi massal.
Drone Berbasis Kabel Fiber Optic : Varian kedua begitu kebal dan aman dari gangguan elektronik maupun serangan cyber apapun tidak dapat melukainya bahkan hampir mustahil dijatuhkan pake cara tersebut. Kecuali ditembak pakai peluru. Harganya pun relatif murah karena tidak membutuhkan chipset AI tambahan, cukup pakai tabung seharga Rp 7,5 juta. Namun, kelemahannya adalah pergerakan drone jadi lambat akibat membawa beban gulungan kabel yang berat. Operasionalnya juga kurang efisien karena 1 drone harus dikendalikan oleh 1 satu orang kru tentara. Semakin banyak drone yang dioperasikan maka semakin banyak pula tenaga kerja tentara yang dibutuhkan untuk menerbangkannya. Artinya pemerintah harus membayar banyak gaji tentara. Selain itu, kabel panjang fiber optic sering tersangkut di pepohonan atau bangunan. Jika kabel putus, maka drone akan hilang seketika.
Drone Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) : Ini adalah varian paling canggih karena 1 kru tentara bisa mengendalikan hingga 10 drone sekaligus secara bersamaan dalam bentuk kelompok (swarm). Kelemahannya yaitu harga 1 unit agak lebih mahal karena membutuhkan tambahan perangkat teknologi chipset AI ( seperti dari Intel dan Qualcomm) yang dikemas dalam kotak kecil seukuran korek api.
Ekspansi Xtend : Menuju India.
Xtend adalah perusahaan teknologi drone asal Israel.
Beberapa tahun lalu, Xtend sudah mendirikan kantor cabang dan pabrik manufaktur di Amerika Serikat yang sepenuhnya mempekerjakan warga lokal rakyat AS dengan pendapatan bagi hasil komisi penjualan.
Tidak ingin berpuas diri, di tahun 2026 ini Xtend resmi melebarkan sayapnya ke India.
Xtend menggelontorkan investasi awal sebesar $ 11 juta dolar untuk membangun fasilitas pabrik seluas 0,5 hektar di India.
Strateginya sama, yaitu sepenuhnya memberdayakan tenaga kerja lokal rakyat India dengan pendapatan bagi hasil.
Di India, Xtend bermitra dengan perusahaan lokal bernama Rayonix yang memegang peran dalam perakitan, integrasi elektronik, industrialisasi lokal, kolaborasi ekspor global, pemberdayaan, pelayanan jasa hingga tim pemasaran marketing.
Berdasarkan perjanjian, Xtend sepakat melakukan Transfer Teknologi (Transfer of Technology ToT) di beberapa bidang ilmu sains ke India, termasuk perangkat lunak bernama XOS atau disebut juga AI PILOT serta perangkat keras seperti Scorpio, Atlas, Wolverine, Extender, dll.
Langkah ini guna mendukung visi Make in India".
Pada tahun 2025. Perusahaan Xtend sudah memproduksi dan menjual lebih dari 10.000 ribu unit drone kamikaze dan drone pengintai miliknya ke seluruh penjuru dunia. Kliennya terdiri dari pemerintah Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Singapura dan Inggris United Kingdom ( UK ).
Amit Pande dari Rayonix India mengatakan :
Kemitraan ini merupakan langkah penting untuk membawa kemampuan otonom XTEND yang telah teruji di medan perang untuk di bawa ke India melalui pabrik manufaktur lokal. Rayonix berharap dapat memungkinkan teknologi ini di India sekaligus berkontribusi pada visi Make in India yang lebih luas untuk kemampuan pertahanan canggih". Sahutnya.
![]() |
| Foto : Aviv Shapira. Beliau berasal dari lulusan universitas Technion Israel. |
Aviv Shapira, founder dan CEO Xtend dari Israel mengatakan :
India mewakili salah satu pasar teknologi pertahanan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan meningkatnya permintaan akan manufaktur mandiri dan sistem otonom yang didukung AI. Melalui kemitraan ini, kami menunjukkan kemampuan kami untuk memungkinkan ekosistem manufaktur mandiri sambil menjaga integritas arsitektur otonomi berbasis perangkat lunak kami". Sahutnya.
Ambisi Masa Depan : Impian mencapai 'Ender's Game'
Semua produk drone buatan Xtend menggabungkan kekuatan perangkat lunak AI dan perangkat keras.
Meskipun digerakkan oleh AI, kendali dan keputusan akhir untuk menyerang tetap berada di tangan tentara manusia menggunakan Human in the Loop (HITL).
Visi masa depan Xtend sesungguhnya terinspirasi dari film fiksi Ender's Game.
Di kantor pusat Xtend di Israel, poster wallpaper film ini terpajang sebagai simbol arah masa depan perusahaan.
Xtend berambisi menciptakan realitas digital ( augmented reality ) di mana 1 tentara manusia nantinya dapat mengendalikan hingga 1.000 drone AI sekaligus di medan perang modern.
Walaupun saat ini belum dapat diterapkan. Tetapi Xtend sedang menuju ke arah sana.
Sebagai ilustrasi perang masa depan.
1 tentara mengendalikan 1.000 drone untuk diperintahkan menyerang sebuah kota.
Ada drone yang mengintai dari udara, ada drone yang menyusup ke pintu dan jendela bangunan, dan ada drone yang meledakkan diri ke arah posisi musuh. Semua serangan 1.000 drone dilakukan secara swarm dalam waktu bersamaan oleh 1 orang saja dari jarak jauh.
Dampak Geopolitik bagi India.
Langkah ekspansi perluasan kantor cabang Xtend ke India memperkuat hubungan politik bilateral India dan Israel yang semakin hari semakin erat.
Saat ini, India begitu membutuhkan solusi militer modern dari Israel untuk menjaga perbatasannya dari dua tetangga India yang tidak bersahabat, yaitu Pakistan dan China.
Dengan mengadopsi teknologi drone AI canggih ini secara lokal, India memperkuat kedaulatan negaranya dan juga menyelamatkan banyak nyawa tentaranya di garis depan jika konflik geopolitik sewaktu waktu pecah.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.

.jpg)