Israel Gilat akuisisi perusahaan Amerika Serikat Comtech senilai $ 157 ( Rp 2,7 triliun ) [ teknologi komunikasi internet satelit berbasis luar angkasa ] ( 2026 )
Selama ini, banyak orang orang masih beranggapan dan mengira bahwa internet satelit luar angkasa identik dengan Starlink SpaceX milik Elon Musk.
Padahal fakta kenyataannya.
Industri di bidang penyediaan internet berbasis luar angkasa memiliki banyak pemain dari perusahaan besar lainnya.
Selain Starlink, sebut saja :
Comtech, HughesNet, Viasat, OneWeb, ThousandSails dari China, Roscosmos dari Rusia hingga BUMN IAI Israel Aerospace Industries yang juga menciptakan teknologi komunikasi internet berbasis satelit luar angkasa.
Internet Satelit Menjadi Solusi Wilayah Terpencil dan Terluar.
Di berbagai wilayah terpencil seperti pegunungan, pedalaman hutan, pulau pulau kecil, lautan, perbukitan hingga desa yang jauh dari pusat kota.
Pembangunan menara BTS ( base transceiver station ) sama sekali tidak ekonomis dan tidak layak secara bisnis. Memaksakan infrastruktur BTS untuk hadir memancarkan sinyal internet di pelosok terpencil di setiap desa = bunuh diri ( kecuali di subsidi, tapi dengan uang subsidi pun tetap saja bunuh diri ).
Teknologi satelit adalah jawaban realistis untuk menghadirkan konektivitas internet berkecepatan tinggi di wilayah terpencil dan terluar.
Satelit yang berada di luar angkasa dapat langsung memancarkan sinyal internet ke terminal pengguna ke rumah penduduk yang ada di desa, kantor di tengah hutan kelapa sawit, kapal laut, kendaraan bergerak, traktor, drone hingga pesawat terbang.
Tentang Comtech.
Comtech adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang telah beroperasi selama hampir tiga dekade dalam bidang komunikasi satelit.
Produknya meliputi modem satelit, amplifier, transceiver, antena satelit, penguat sinyal, perangkat komunikasi militer, hingga berbagai solusi komunikasi ruang angkasa.
Selama bertahun tahun Comtech membantu menyediakan layanan komunikasi untuk militer Amerika Serikat, lembaga dinas pemerintah AS, perusahaan enterprise besar, dan pelanggan sipil yang berada jauh dari hiruk pikuk kota.
Tetapi karena Comtech mengalami masalah keuangan berupa utang kredit ke Bank. Membuat guncangan bisnis di dalam manajemen internal sehingga perusahaan menghadapi kesulitan finansial yang serius.
Perusahaan Gilat Israel akuisisi Comtech.
Pada tahun 2026. Perusahaan asal Israel Gilat mengakuisisi Comtech dengan nilai mahar uang mencapai $157 juta atau setara Rp 2,7 triliun.
Berdasarkan kesepakatan resmi.
Gilat mencaplok atau mengambil alih seluruh lini bisnis satelit dan luar angkasa milik Comtech, termasuk hak milik atas aset fisik berupa tanah, gedung kantor, dan fasilitas pabrik yang beroperasi di wilayah Amerika Serikat.
Setelah diakuisisi, sebanyak 91% uang akan digunakan untuk membayar utang kredit ke Bank.
Sisanya sekitar $ 14 juta akan digunakan untuk transisi, modal usaha berikutnya, perbaikan tata kelola dan perbaikan manajemen lainnya untuk memperbaiki neraca laporan keuangan yang sering minus dan membangun Allerium.
Perlu diketahui bahwa Comtech tidak melepas seluruh lini bisnisnya.
Allerium tetap dipertahankan dan situs baru Allerium akan segera muncul. Termasuk akan ada penyesuaian tata kelola saham yang baru ketika berpindah atau transisi ke Allerium.
Restrukturisasi dan strategi bisnis sepenuhnya bergeser dan berfokus pada 1 inti tunggal keahlian utama. Yaitu Allerium. Ini merupakan teknologi penanganan panggilan darurat cerdas untuk pemadam kebakaran, kepolisian, dan sistem Next Generation 9-1-1 (NG9-1-1).
Langkah ini diambil karena dinilai menguntungkan secara ekonomi dan memiliki fondasi yang kuat, alih alih harus terus bertarung dalam laga bisnis satelit luar angkasa yang menghadapi kompetisi persaingan yang keras, brutal, padat modal dan hightech breakthrough yang memiliki ilmu pengetahuan tingkat tinggi yang sulit.
Jeff robertson dari Amerika Serikat mengatakan :
Allerium berada di posisi yang tepat untuk membangun kepemimpinan yang telah kami bangun di pasar keselamatan publik, karena kami adalah yang pertama menyatukan ekosistem respons darurat yang lengkap. mulai dari lokasi perangkat hingga sistem, jaringan, dan analisis data yang membantu mendorong tindakan dan menghubungkan orang-orang dengan bantuan darurat,”. “Industri ini berkembang melampaui komunikasi suara karena lembaga dan operator jaringan menghadapi kompleksitas data yang meningkat, volume panggilan yang meningkat, kendala tenaga kerja dan harapan yang semakin besar untuk kesadaran situasional secara real-time. Evolusi ini menciptakan peluang baru untuk alur kerja cerdas yang dibantu AI, korelasi informasi real-time, dan teknologi yang dirancang untuk membantu operator keselamatan publik mengelola volume informasi penting yang semakin meningkat selama insiden aktif. Kami percaya Allerium akan memainkan peran utama dalam mendefinisikan komunikasi darurat dengan membantu keselamatan publik bergerak melampaui konektivitas menuju koordinasi”. Sahutnya.
![]() |
| Foto : Adi sfadia. Beliau berasal dari lulusan universitas TAU ( Tel Aviv University Israel ) |
Adi sfadia, CEO Gilat dari Israel mengatakan :
Kami terkesan dengan Comtech dan berharap dapat menyambut segmen bisnis Satelit dan Luar Angkasa ke dalam Gilat”. Sahutnya.
Tentang Gilat
Ketika jumlah pengguna internet di daerah terpencil terus bertambah, kebutuhan terhadap konektivitas internet berbasis luar angkasa juga meningkat.
Walaupun memiliki persaingan yang cukup ketat. Tetapi perebutan pasar komunikasi satelit internet global yang nilainya mencapai miliaran dolar setiap tahun masih terbuka lebar.
Tujuan utama Gilat melakukan akuisisi Comtech adalah untuk memperluas cakupan operasionalnya di wilayah Amerika Serikat secara instan dengan mendayagunakan kantor serta pabrik milik Comtech yang sudah siap pakai.
Melalui penggabungan teknologi kedua perusahaan, Gilat diproyeksikan mampu menghasilkan pendapatan kotor gabungan hingga mencapai $ 700 juta per tahun (sekitar Rp 12 triliun) pada tahun 2026.
Gilat memanfaatkan akuisisi ini untuk melayani program pertahanan militer dan ruang angkasa dengan cakupan dengan skala yang lebih besar di seluruh dunia.
Selain Gilat, negara Israel melalui BUMN IAI juga memiliki teknologi satelit dan komunikasi luar angkasa yang serupa. Termasuk dilengkapi dengan roket peluncur mandiri yang disebut Shavit.
Terima kasih. Semoga bermanfaat. GBU.

