Skip to main content

Reformasi Pendidikan dari Ide Afrid Fransisco untuk negara Israel (2026)

Pada rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Israel di tahun 2026, pemerintah Israel mengalokasikan uang untuk Kementerian Pendidikan ( Ministry of Education ) sebesar 97 miliar shekel (NIS) atau US$ 30,9 miliar ( sekitar Rp 546 triliun ).

Jumlah uang ini mengambil porsi alokasi anggaran sekitar 11% dari total APBN Israel.

Besarnya anggaran untuk pendidikan di Israel membuat saya harus menyusun ide reformasi pendidikan mengenai bagaimana strategi, metode dan taktik ke depan agar Israel dapat mengurangi pemborosan APBN tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.

Prinsipnya adalah anggaran APBN akan diperkecil dari 11% menjadi 7%. 

Tetapi tetap mampu berkualitas, terintegrasi dan efesien. 

Tanpa perlu melakukan pengurangan anggaran dengan memangkas gaji guru, dosen, staff tenaga pendidik lainnya, fasilitas belajar, laboratorium dan penataan skill SDM siswa ke tahap yang lebih baik.

Dalam gagasan ide Afrid Fransisco, anggaran pendidikan 7% tersebut harus cukup untuk membangun sistem pendidikan yang tepat guna, gratis dan fokus pada kualitas.

Jaminan Pendidikan 100% Gratis di Israel mulai dari TK sampai Universitas.

Di Israel :

Taman kanak TK cukup 1 tahun saja. ( bukan 2 tahun )

SD : 6 tahun.

SMP : 3 tahun.

SMA : 3 tahun.

Pendidikan Israel harus benar benar gratis sejak taman kanak kanak sampai universitas.

  • Biaya pendaftaran gratis ( admission fee ).

  • Biaya iuran semester / SPP gratis.

  • Biaya pembangunan dan pemeliharaan sarana fisik sekolah maupun universitas harus ditanggung seluruhnya oleh pemerintah Israel melalui APBN.

Siswa tidak perlu membayar biaya pendidikan akademik apapun.

Jika ada guru rakus yang menyuruh, menuntut atau memaksa siswa untuk membeli buku / ebook yang dibuat sendiri oleh guru itu. Maka pemerintah Israel wajib untuk memecat guru tersebut, menangkap dan kenakan hukuman penjara selama 6 bulan. Semua buku / ebook untuk pengajaran disediakan gratis oleh pemerintah Israel sesuai standar kurikulum yang seragam. 

Jika ada kepala sekolah rakus yang menyuruh, menuntut atau memaksa siswa untuk membayar biaya renovasi sekolah. Maka pemerintah Israel wajib untuk memecat kepala sekolah tersebut, menangkap dan kenakan hukuman penjara selama 1 tahun. Seluruh biaya pembangunan infrastruktur sekolah, universitas dan renovasi gedung ditanggung dan dibiayai seluruhnya oleh pemerintah Israel. 

Namun, barang pribadi seperti sepatu, pakaian, tas, laptop, kaos kaki dan perlengkapan pribadi tetap menjadi tanggung jawab orang tua masing masing.

Artinya ada pembagiaan tugas peran antara pemerintah Israel dan orang tua dalam mendidik anak. Tidak boleh hanya mengandalkan guru dan dosen saja, melainkan kontribusi orang tua harus ikut aktif berperan, mendanai dan membimbing.

Kitab Taurat Alkitab Ulangan 6 : 7 berbunyi :

haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

Ayat ini merupakan bagian inti dari Shema Yisrael ( pengajaran utama bangsa Israel ). Pesan utamanya menegaskan bahwa pendidikan nilai nilai kebenaran, iman, dan moralitas kepada anak anak adalah juga merupakan tanggung jawab utama orang tua dan keluarga yang harus dijalankan secara konsisten melalui interaksi sehari hari, baik di dalam rumah, saat beraktivitas, hingga menjelang tidur dan bangun tidur.

Jadi, guru dan dosen membimbing anak saat di sekolah.

Orang tua dan keluarga membimbing anak saat di rumah. 

Sekolah cukup dari pukul 07.30 pagi sampai 13.00 siang.

Sistem sekolah di Israel harus dibuat manusiawi, tidak boleh menyakiti kejiwaan anak.

Anak sekolah tidak boleh berangkat terlalu pagi ( 06.00 ) dan tidak boleh pulang terlalu sore ( 15.30 ).

Jam belajar mulai pukul 07.30 sampai 13.00 siang aza. 

Tujuannya bukan membuat anak belajar lebih sedikit, tetapi menghilangkan anggapan ngawur bahwa semakin lama anak belajar di sekolah maka semakin pintar. Padahal sebaliknya, semakin lama anak sekolah maka sesungguhnya jiwanya tertekan.

Pendidikan seharusnya mengutamakan konsentrasi, kualitas, diskusi interaktif, eksperimen laboratorium dan pemecahan masalah tanpa perlu belajar dengan durasi waktu yang terlalu lama.

Dengan alasan yang sama juga. 

Saya mengusulkan pekerjaan rumah atau PR harus dihapuskan untuk SD, SMP, SMA dan S1 di Israel.

Kecuali, mahasiswa S2 tetap boleh mendapatkan tugas PR akademik karena tingkat pendidikannya memang berbeda diarahkan kepada penelitian yang lebih serius.

Ide saya untuk menghapus S3, tetapi mempertahankan pendidikan doktoral ( profesor doktor ), sains dan penelitian ilmuwan.

Teknologi AI semakin maju dan pesat.

AI bisa digunakan untuk mempercepat proses belajar dan menyingkat waktu. 

Saya memberikan ide reformasi agar dan supaya pemerintah Israel menghapus seluruh jenjang S3.

Namun, ini bukan berarti Israel berhenti menghasilkan doktor atau peneliti ya. 

Justru fungsi tersebut dipindahkan atau dipadatkan ke dalam jenjang S2.

Dalam gagasan saya ( Afrid Fransisco ). 

S2 menjadi jenjang akademik terakhir di Israel dengan masa pendidikan maksimal 3 tahun.

Mahasiswa S2 diwajibkan membuat disertasi sebagai syarat kelulusan untuk tetap menjalani penelitian tingkat tinggi dan menghasilkan karya ilmiah yang setara dengan fungsi yang selama ini dilakukan pada jenjang doktoral.

Perbedaan ide ini terletak pada lamanya pendidikan.

Sistem konvensional yang memisahkan S1, S2 dan S3 membutuhkan waktu akademik yang lama banget, bisa sampai 11 hingga 12 tahun panjang.

Bandingkan dengan sistem yang baru. Hanya membutuhkan waktu 7 - 8 tahun saja. 

Artinya efesien hingga 4 tahun. 

Artinya APBN milik pemerintah Israel bisa menang banyak dibandingkan APBN negara lain yang masih menyelenggarakan pendidikan ala sistem konvensional ( S1, S2, S3 ). 

Dalam sistem reformasi baru yang saya usulkan ini, jalur tersebut dipadatkan sehingga mahasiswa yang memang memiliki kemampuan akademik tinggi dapat menyelesaikan pendidikan sampai tingkat doktoral dalam waktu yang lebih singkat.

Dengan model sistem seperti ini, pemerintah Israel dapat mengurangi biaya pengelolaan program doktoral yang panjang, disisi lain, universitas tetap menghasilkan peneliti dan lulusan dengan kemampuan riset tinggi. 

Jadi, tujuan penghapusan S3 bukan menghapus doktor atau penelitian ilmuwan tingkat lanjut, melainkan menghapus jenjang pendidikan S3 sebagai tempat kuliah yang dulunya terpisah, boros dan mahal untuk dipindah fungsikan atau dipadatkan ke dalam S2. Saya percaya, kecerdasan buatan AI dapat membantu memproses percepatan ini tanpa mengurangi kualitas.

Upaya ini guna mempercepat siklus pendidikan tersebut. 

Anak muda yang memiliki kemampuan akademik tinggi tidak harus menghabiskan terlalu banyak tahun di bangku kuliah.

Sistem universitas di Israel harus disusun ulang dan dirombak dalam bentuk penyederhanaan fundamental dengan menghapuskan seluruh program Doktoral (S3). Sehingga jenjang S2 seperti yang dibahas diatas, ditetapkan sebagai tingkat pendidikan formal tertinggi di Israel.

Restrukturisasi jenjang akademik saya atur sebagai berikut :

Jenjang Sarjana (S1)

Skripsi dihapus dan digantikan dengan penyusunan tesis khusus untuk jalur next level.

Jenjang S1 dibagi menjadi dua jalur:

  1. S1 Jalur Umum : Ditujukan bagi mahasiswa yang tidak bermaksud melanjutkan ke S2. Masa studi ditempuh selama 3 tahun 6 bulan saja. Mahasiswa tidak perlu lagi dituntut untuk membuat maupun menyusun skripsi. Namun wajib menyelesaikan program magang industri.

  2. S1 Jalur Next Level ke S2 : Ditujukan bagi mahasiswa yang pengen berencana melanjutkan studi ke jenjang S2. Mahasiswa diwajibkan menyusun Tesis sebagai syarat kelulusan dan ikut program magang industri maupun magang di kantor R&D. Lama kuliah sekitar 4 tahun.

  3. Pendidikan Kedokteran : Terkhusus untuk jurusan kedokteran agak berbeda karena menyangkut nyawa manusia. Maka masa studi ditetapkan agak lama yaitu selama 5 tahun untuk jalur umum dan 5 tahun 6 bulan bagi mereka yang memproyeksikan diri pengen lanjut ke jenjang S2 lanjutan.

Jenjang Magister (S2)

Masa studi S2 berlangsung selama 3 tahun dengan kewajiban menyusun disertasi.

Dengan ditutupnya program studi S3 atau ketiadaan jenjang S3. Maka konsentrasi riset tingkat tinggi difokuskan pada jenjang S2 ini yang dimana secara langsung menghemat dan mengefesiensikan alokasi APBN.

Universitas hanya untuk seleksi kepada siswa SMA terbaik dan terpintar.

Persyaratan masuk universitas di Israel harus diperketat :

  • Hanya lulusan SMA dengan peringkat 1 hingga 20 yang diperbolehkan mendaftar dan melanjutkan pendidikan ke universitas.

  • Lulusan SMA dengan peringkat 21 hingga 50 tidak diperkenankan masuk universitas. Tetapi mereka dapat diarahkan ke jalur pelatihan vokasi bersertifikat 3 tahun, khusus bagi calon yang berminat untuk bekerja. Tapi versi ini tidak gratis, karena bakal dihandle oleh pihak swasta. Namun biayanya juga tidak mahal banget kok. 

  • Bagi siswa lulusan SMA yang konsisten meraih peringkat #1 dan memiliki IQ tinggi diatas rata rata, maka pemerintah Israel wajib menyediakan program dan ruang kelas khusus untuk orang orang elit bagi kalangan jenius, terpintar dan tercerdas. Langkah ini bertujuan mengumpulkan talenta generasi muda terbaik #1 dari seluruh penjuru negeri Israel agar mendapat akselerasi pendidikan yang disesuaikan dengan kemampuan otak & intelektual kecerdasan mereka yang berbeda dibandingkan kebanyakan khalayak anak muda lainnya.

Efisiensi Belanja Birokrasi Pendidikan untuk menekan pejabat tinggi yang boros.

Reformasi pendidikan tidak sekadar soal memangkas angka dari 11% menjadi 7%.

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah : 

Dari setiap uang yang dibelanjakan pemerintah Israel untuk anggaran pendidikan, sebenarnya berapa besar yang benar sampai kepada anak, guru, mahasiswa, dosen dan kualitas ilmu pengetahuan Israel.

Pada tahun 2026. Masih terdapat pemborosan sekitar 16% dari anggaran pendidikan terkuras untuk biaya operasional birokrasi akibat digunakan oleh pejabat tinggi di dinas pendidikan terkait di Israel. 

Saya menginginkan agar 'overheating' yang disebabkan oleh pejabat kleptokrasi ini dapat diturunkan dari pemborosan semula sebanyak 16% turun menjadi hingga 5%.

Caranya dengan menghentikan pengeluaran seremonial pejabat tinggi di dinas pendidikan yang tidak penting, seperti rapat di hotel mewah, perayaan ulang tahun instansi, membeli alat mewah tidak bermanfaat di kantor pendidikan, membuat tender/proyek pendidikan tapi sebernarnya tidak bermanfaat atau merayakan acara kehormatan formalitas yang menguras uang anggaran APBN untuk pendidikan.

Saya tidak ingin ada pejabat kleptokrasi di Israel yang membuat aneka macam tender / proyek pembangunan gedung baru, bangunan sekolah baru, infrastruktur baru, dll. Guna menghambur hamburkan uang APBN dengan dalih untuk pendidikan mulia, tapi sebenarnya digunakan oleh pejabat supaya bisa mendapatkan jatah fee uang masuk ke kantong pejabat itu sendiri dari pekerjaan kotor yang tidak berguna tersebut. 

Jadi, lebih baik, alokasi dana hasil efisiensi ini dialihkan secara langsung untuk menunjang fasilitas pembelajaran di sekolah, universitas, serta meningkatkan kesejahteraan guru, dosen dan staff pendidikan lainnya.

Optimalisasi Ruang Kelas.

Efisiensi pendidikan tidak hanya menyasar kurikulum, birokrasi, tetapi juga menyasar tata kelola operasional harian.

Setiap ruang kelas dioptimalkan hingga menampung antara 40 - 50 siswa/mahasiswa.

Pengajaran sebelumnya pada kelas kelas kecil yang hanya berisi 17 – 18 murid dinilai tidak efisien dan memboroskan jam mengajar tenaga pendidik. 

Jadi, saya sarankan lebih baik dikonsolidasikan hingga mencapai maksimal 50 siswa per kelas.

Penghapusan seluruh SMK di Israel.

Dalam aspek infrastruktur dan pengembangan karakter, jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diusulkan agar seluruhnya dihapus secara menyeluruh.

Lulusan SMP diwajibkan masuk ke jenjang SMA umum.

Langkah ini memberikan dampak efisiensi anggaran yang signifikan, karena pemerintah Israel tidak perlu lagi mengalokasikan APBN untuk pembangunan gedung SMK, laboratorium SMK dan perawatan fasilitas SMK yang terpisah dari SMA.

Selain itu, menurut saya ada pertimbangan otak neurobiologis dan psikologis di balik keputusan yang saya sampaikan.

Pada usia 18 tahun, perkembangan syaraf otak kognitif dan kontrol emosional mayoritas remaja belum dapat mencapai tingkat kematangan optimal untuk langsung dihadapkan pada tekanan dunia kerja atau program magang industri.

Pengalaman kisah nyata dan riil di lapangan.

Seperti keluhan pemilik bengkel kendaraan yang kerap mendapati teknisi lulusan SMK usia 19 tahun sering melakukan kesalahan perakitan, memasang alat motor seringkali terbalik atau sering melakukan kekeliruan prosedur servis.

Itu jelas menunjukkan bahwa pemaksaan kerja pada usia dibawah umur tersebut dapat memicu kecemasan dan tekanan mental pada jiwa anak anak remaja.

Kematangan fungsi eksekutif otak dewasa untuk bekerja secara presisi umumnya baru tercapai pada usia 22 tahun. Jadi tidak boleh dipaksa untuk bekerja, karena melanggar HAM ( hak asasi manusia ).

Sebagai solusinya, bagi lulusan SMA yang berniat bekerja di bidang teknis. Seperti perhotelan, perakitan industri, mekanik otomotif, office boy/girls maupun pariwisata dan lain sebagainya.

Karena di Israel tidak ada D2 maupun D3.

Telah tersedia melimpah lembaga pelatihan vokasi praktis bersertifikat berbayar selama 3 tahun yang ditanggung oleh orang tua masing masing. Tetapi biaya pelatihan tidak boleh mahal dan sepenuhnya dikelola oleh swasta. 

Nah, melalui jalur ini, calon generasi muda dari angkatan tenaga kerja dapat mengasah keterampilan dulu, belajar lebih dalam sambil menunggu kematangan usia cukup matang sebelum terjun ke industri profesional. 

Melalui skema ini, pemerintah Israel juga perlu menerapkan aturan dan hukum menyeluruh bahwa anak remaja di usia di bawah 22 tahun di larang bekerja mencari uang, melainkan dituntut untuk belajar di sekolah. Diperbolehkan bekerja kecuali sudah berusia 22 tahun.  

11 Universitas di Israel sudah lebih dari cukup. 

Dalam gagasan ide reformasi pendidikan Israel versi Afrid Fransisco, pemerintah Israel tidak perlu lagi menambah jumlah universitas.

Israel memiliki 11 universitas, terdiri dari :

  1. Universitas Ibrani Yerusalem

  2. Technion Institut Teknologi Israel

  3. Institut Sains Weizmann

  4. Universitas Tel Aviv

  5. Universitas Bar-Ilan

  6. Universitas Haifa

  7. Universitas Ben-Gurion 

  8. Universitas Open Israel

  9. Universitas Ariel

  10. Universitas Reichman

  11. Universitas Kiryat Shmona

Dengan jumlah penduduk Israel yang hampir mencapai 9 juta jiwa, keberadaan 11 universitas sudah cukup untuk melayani dan menyediakan pendidikan tinggi bagi masyarakat.

Apalagi, Israel juga memiliki sekitar 10 institusi pendidikan tinggi lainnya yang berstatus academic colleges yang biaya pendidikannya nya harus gratis. Tetapi syarat untuk masuk harus peringkat 2 - 20.

Pemerintah tidak perlu terus menerus membangun universitas baru apabila kebutuhan pendidikan tinggi masih dapat dilayani oleh apa yang sudah ada. Bahkan saya perkirakan dengan jumlah penduduk Israel di masa depan hingga 14 juta orang. Universitas dan akademi yang ada saat ini siap menampung dan melayani. Entah itu dalam bidang teknologi, kecerdasan buatan, kedokteran, sains, matematika, teknik dan penelitian.

Ini juga mencegah dan menghindari pembengkakan anggaran APBN akibat pembangunan universitas baru.

Yang harus dikurangi adalah pemborosan anggaran, pemborosan birokrasi di kalangan pejabat tinggi, pemborosan pembangunan fasilitas yang tidak diperlukan dan pengeluaran administratif yang tidak memberikan manfaat nilai langsung terhadap kualitas pendidikan.

Israel tidak perlu memiliki lebih banyak universitas dan tidak perlu membangun lebih banyak gedung sekolah yang baru. 

Lebih baik pemerintah memastikan universitas yang sudah ada benar berfungsi secara maksimal dan menghasilkan lulusan, ilmuwan, peneliti serta tenaga profesional berkualitas tinggi.

Kemudian para mahasiswa dan mahasiswi yang menempuh pendidikan di universitas, tidak perlu mengejar lulusan dengan kuantitas yang banyak. Tetapi yang kuliah harus benar benar berasal dari anak pintar. Dengan demikian, dapat mengefesiensikan banyak sekali anggaran uang APBN.

Pada intinya, Afrid Fransisco percaya bahwa pendidikan dari TK - Universitas harus gratis di bayar oleh pemerintah Israel. Dan mayoritas anak anak di Israel cukup bersekolah sampai SMA saja di titik akhir hidupnya. Sedangkan universitas dan perguruan tinggi lainnya didedikasikan dan didesain khusus hanya kepada anak anak pintar yang boleh mengejam pendidikan lanjut. Dengan cara demikian, ini memberikan ruang kelegaan bagi APBN dalam menghandle anggaran pendidikan, sehingga porsi 11% dapat ditekan menjadi 7%.  

 Jika ada kekurangan, silahkan diperbaiki, dikritik dan diberi saran untuk penyempurnaan lebih lanjut. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x