![]() |
| Foto : ayam kampung KUB |
Setiap 1 tahun, lebih dari 10.00.000 juta orang di seluruh penjuru dunia meninggal dunia akibat kanker.
Penyebab kanker ada banyak faktor.
Tetapi salah satu pemicu kanker, yaitu karena salah cara memasak makanannya.
Membakar makanan dengan arang diketahui memicu karsinogenik.
Contoh seperti sate ayam, bakar ikan patin, bakar ikan nila, bakar ayam, dll.
Membakar daging hingga terlihat seperti hitam arang pekat merupakan cara memasak yang salah.
Afrid Fransisco menyaksikan banyak orang orang makan bakar bakaran ayam dengan santai. Tangan dan jari jari mereka terlihat hitam menempel sisa abu abu hitam dan arang hitam sambil mengupas dan mencicipi daging yang dilumuri oleh hitam pekatnya arang.
Kemudian mereka makan dengan nikmatnya.
Padahal itu berbahaya bagi kesehatan dapat menyebabkan pertumbuhan kanker, apabila hitam pekat arang dimakan bersama daging yang telah dimasak.
Afrid Fransisco sudah tidak pernah lagi membeli sate atau makan di warung ayam bakar, ikan bakar, sate kambing, sate babi, steak iga sapi bakar, dll sebagainya.
Kini condong memasak panggang daging sendiri ala Afrid Fransisco.
Ya, kanker siapa yang tahu.
Jika seandainya Afrid Fransisco kena penyakit kanker.
Ya, saya pasrah saja.
Tapi tidak ada salahnya untuk mencoba memanggang daging dengan cara yang sehat.
Cara masak panggang ayam kampung Kubbang + Kub ala Afrid Fransisco untuk menjaga kesehatan ( 2026 )
Pertama tama, sediakan wajan.
Saya menggunakan merk Hakasima dari Jepang.
Lalu alasnya ditutup dengan daun pisang.
Saya menggunakan jenis daging hewan yang berasal dari ayam kub dan ayam kubbang ( yaitu ayam persilangan dari ( jantan ) ayam bangkok dan ( betina ) ayam kub ).
Sebelumnya, oleskan daging dengan bumbu garam.
Bumbunya cuma pakai garam sekitar setengah sendok makan.
Tidak ada bumbu yang lain.
Cuma garam aza.
Kenapa saya harus menutup dengan daun pisang. Ini mencegah daging bersentuhan dengan wajan supaya tidak menjadi arang dan terlihat bersih. Jika sudah selesai memasak, maka daun pisangnya bisa dibuang.
Oh ya, tambahkan juga 1 telur dan 1 tahu berbahan baku kedelai impor asal Amerika Serikat. Ini untuk menambah protein nabati dan protein hewani.
![]() |
| Foto : Tutup rapat panggangan ayam kampung dengan penutup. |
Kebetulan pohon pisang yang ada di belakang rumah, sedang ada yang buahnya masak.
Saya bergegas mengambil, memetik atau memanen 4 buah pisang untuk dipanggang bersama daging ayam tersebut.
Sebelumnya, saya juga sudah menyediakan sayur segau.
Buat teman teman yang belum mengetahui tentang sayur segau.
Sayur segau adalah sayuran lokal yang tumbuh liar di rawa rawa di kota Palangkaraya.
Tanaman ini bisa di tanam pakai biji, setelah berbunga bijinya diambil untuk ditanam lagi.
Tanaman segau sering dimasak oleh masyarakat lokal di Kalimantan Tengah. Rasanya mirip seperti sawi, tapi bukan sawi. Karena segau punya rasa khasnya tersendiri dan agak sedikit pahit tapi pahitnya bisa bikin menyegarkan tubuh.
Uniknya, dibandingkan sawi yang membutuhkan pestisida dari serangan hama.
Sayur segau cukup tahan hama. Tapi sih, tetap pakai pestisida juga kalau wabah hama menyerang secara ganas.
Apakah di kota anda, sayuran segau bisa tumbuh ?
Selain sayur segau. Tanaman lokal di kota Palangkaraya ada juga sayur kelakai, batang singkah potok, buah pipit, teh bajakah, buah rimbang, buah barania, dll. Nah, kali ini saya cuma masak sayur segau aza.
Untuk memanggang sayur segau cukup 5 menit, 7 menit atau 10 menit saja pakai api kecil.
Untuk memanggang daging ayam kampung kubbang dan ayam kampung kub karena teksturnya alot, itu bisa butuh waktu sampai 1 jam 45 menit atau sampai 2 jam dengan menggunakan api kecil.
Hasil panggang setelah 2 jam.
Berikut hasil panggangan ayam kampung ala Afrid Fransisco.
Teman teman bisa lihat, tidak ada gosong hitam pekat di masakan ini.
Tidak ada arang.
Tidak ada gosong.
Tidak ada hitam pekat. Hanya cokelat kecokelatan.
Jadi aman untuk di konsumsi oleh keluarga.
Selain itu, karena pilihan dagingnya pakai ayam kampung kubbang dan ayam kampung kub. Maka rasanya begitu lezat hingga ke dalam dagingnya enak banget dan nikmat untuk disantap.
Selamat mencoba.
Sebelum menyantap, jangan lupa berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.





.jpg)