Skip to main content

Yunani ( Uni Eropa ) beli rudal pertahanan udara buatan Israel Spyder, Barak dan David Sling senilai $ 4 miliar atau Rp 71 triliun ( 2026 )

Youtube : David Sling Israel

KYSEA atau Dewan Pemerintah untuk Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Yunani.

Secara resmi pada tahun 2026 telah menyetujui belanja alustista untuk membeli sistem pertahanan udara berlapis lapis buatan Israel dengan nilai mahar $ 4 miliar dolar atau Rp 71 triliun.

Menteri pertahanan Yunani Nikos Dendias mengatakan :

Inti dari paket tersebut adalah 'Perisai Archilles'. Sahutnya.

Ada 2 tujuan utama mengapa Yunani membeli senjata buatan Israel.

1]. Mengganti rudal S-300 buatan Rusia.

Dimasa lalu, hubungan Yunani dan Uni Soviet terjalin dengan baik. Yunani membeli rudal Tor, rudal Osa dan rudal S-300. Tetapi sejak Uni Soviet runtuh dan berganti dengan nama baru yaitu Rusia.

Di abad modern di tahun 2014, Yunani tidak setuju terhadap langkah Rusia mencaplok Crimea.

Kemudian pada tanggal 24 Februari 2022. 

Rusia kembali melanjutkan perluasaan pencaplokan dengan mencaplok hampir 20% wilayah Ukraina atau setara lebih dari 12.500.000.000 hektar ( 12,5 miliar hektar wilayah Ukrainan telah dikuasai pemerintah Rusia, sejak tahun 2022 )

Yunani bersama Uni Eropa. Secara lantang menolak tindakan militer Rusia yang dianggap agresif.

Pembeliaan rudal dari Israel berfungsi sebagai langkah bagi pihak pemerintah Yunani untuk membuang, mengganti dan migrasi secara besar besaran supaya senjata Yunani tidak lagi memakai senjata Rusia.

2]. Achilles Shield untuk Mencegat Ancaman di Laut Aegean.

Hubungan Yunani dan Turkiye berlangsung dengan buruk akibat sejarah masa lalu, batas wilayah laut, dan isu geopolitik yang terus bersitegang antar kedua belah pihak.

Dengan membeli rudal buatan Israel dalam membangun perisai Achilles shield. Diharapkan dapat melindungi dan mencegat ancaman dari pihak militer Turkiye. Jika sewaktu waktu ada serangan rudal balistik, rudal jelajah, helikopter, pesawat tempur, roket, drone kamikaze bunuh diri dan drone tanpa awak.

Yunani memboyong kombinasi sistem pertahanan udara berlapis lapis dari 3 perusahaan senjata BUMN asal Israel. Yaitu membeli rudal Barak buatan IAI Israel Aerospace Industries dan varian Spyder + David Sling buatan BUMN Israel Rafael Advanced Defense System. 

~ Tentang David Sling.

David Sling adalah sistem pertahanan udara jarak menengah buatan Israel yang mampu menghancurkan target musuh di ketinggian vertikal di atas awan sejauh 75 km dan jarak terbang horizontal sejauh 150 km.

~ Tentang Barak.

Barak adalah sistem pertahaan udara jarak menengah buatan Israel yang mampu menghancurkan target musuh di ketinggian vertikal diatas awan sejauh 20 km dan jarak terbang horizontal sejauh 35 km. Yunani membeli Barak dari kategori varian Barak MR.

~ Tentang Spyder.

Spyder adalah sistem pertahaan udara jarak pendek yang mampu menghancurkan target musuh di ketinggian vertikal di atas awan sejauh 16 km. Yunani membeli Spyder dari kategori varian Spyder Python. 

Pihak Yunani membangun Achilles shield menggunakan David Sling, Barak dan Spyder untuk memperkuat perbatasan, melindungi wilayah kedaulatan udara miliknya, melindungi pangkalan militer, infrastruktur militer dan sipil serta menjaga pulau pulau di wilayah Laut Aegea.

Apabila tidak ada aral melintang. 

Pekerjaan dan penyelesaian sistem pertahanan udara ini siap dikirim dari Israel ke Yunani pada tahun 2029. Kemudian beberapa pekerjaan perakitan akan dikerjakan oleh orang orang Yunani itu sendiri.

Foto : Stand pameran milik Israel di Ferancis dengan sengaja diblok dengan dinding hitam.

Paradoks Uni Eropa : Tembok Dinding Hitam Penghalang Yang Diberlakukan oleh Prancis.

Namun, di balik pembeliaan senjata senilai miliaran dolar.

Ada benturan politik yang kontras di Uni Eropa.

Yunani merupakan anggota Uni Eropa. Disatu sisi, pihak Yunani membuka dompet selebar lebarnya untuk belanja alustista buatan Israel. Disisi lain, ada pihak yang benci, mengingat semakin maraknya persenjataan Israel hadir di tanah biru Eropa.

Foto : Pemerintah Ferancis dengan sengaja memblokade & menutup stand pameran IAI Israel Aerospace Industries dengan dinding hitam dengan alasan sebagai pelaku genosida di Gaza Palestina.

Pemerintah Prancis pada pameran pertahanan internasional Eurosatory dan Paris Air Show pernah memasang barikade dan dinding black partition walls untuk menutupi seluruh perusahaan senjata Israel agar terisolasi dan tidak dapat dilihat oleh pengunjung.

Duel Bisnis Senjata antara : Ferancis VS Israel.

Tindakan pemerintah otoritas Prancis memicu ledakan amarah dan kemarahan dari Bezhalel Machlis, CEO dari Elbit Systems Israel menyebutnya sebagai perbuatan yang penuh dengan sifat hipokrisi.

Bezhalel dari Israel mengatakan :

Bedebah. Sahutnya.

Menurut Machlis, Prancis mengeksploitasi isu politik di Gaza palestina sebagai kedok untuk menyingkirkan Israel di pasar persenjataan Eropa dan Uni Eropa.

Industri militer Prancis dipandang terancam oleh dominasi teknologi Israel yang makin mencekram.

Beberapa petinggi militer Israel bahkan menyebut aksi Ferancis ini sebagai "dirty competition trick" atau trik persaingan dagang. Disatu sisi, menyebut Israel sebagai pelaku pembantaian genosida di Gaza, tapi disisi lain ada motif terselubung dari Ferancis menyangkut masalah persaingan bisnis senjata antara Ferancis VS Israel.

Selain itu, hubungan pemimpin tertinggi #1 di Israel dan pemimpin tertinggi #1 di Ferancis ( Benjamin Netanyahu dan Emmanuel Macron dikenal 'Tidak Akrab'. Ketegangan memuncak saat Prancis secara resmi mengakui negara Palestina pada September 2025.

Ini membuat Benjamin Netanyahu begitu marah kepada Macron.

Pengeluaran surat perintah penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Uni Eropa terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel juga kian memperkeruh keadaan.

Negara seperti Belanda secara lantang menyatakan siap menangkap dan mengadili Netanyahu jika sang Perdana Menteri Israel melangkahkan kaki di Belanda. Pihak Belanda, menganggap bahwa orang nomor satu di Israel harus dihukum atas genosida di Gaza.

Kendati demikian. Beberapa negara lain di Uni Eropa dan belahan Eropa lainnya punya sikap yang bertolak belakang dan berbeda. Negara lain seperti Yunani, Jerman, Serbia, Switzerland, Finlandia, Hungaria, Inggris ( United Kingdom ), dll. Justru ramah dan berhubungan baik terhadap Israel.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x