Kabar gembira datang disampaikan langsung oleh salah satu founder OpenAI, Greg Brockman
Perusahaan kecerdasan artificial intelligence asal Amerika Serikat, OpenAI, secara resmi mengumumkan peluncuran model AI GPT 6 Astra di bulan September 2026.
Dalam wawancara podcast YouTube di Time.com serta siaran pers bersama jurnalis dari The Washington Post dan Business Insider.
Brockman mengklaim bahwa "AGI IS HERE" Artificial General Intelligence atau kecerdasan buatan umum secara hakekatnya telah hadir disini.
Greg brockman, founder Open AI asal Amerika Serikat mengatakan :
Tidaklah berlebihan untuk merasa bahwa kita sekarang sudah berada di era AGI. Sahutnya.
AGI sebagai teknologi transisi bertahap, Bukan momen heboh mendebarkan yang histeris dalam 1 hari.
Brockman menjelaskan kepada publik saat diwawancara bahwa jika kita melompat dua tahun ke masa depan dan melihat ke belakang untuk bertanya kapan AGI benar benar tercipta, maka sejarah di tahun 2026 akan menunjuk pada periode peluncuran model GPT 6 Astra inilah jawabannya.
Kendati demikian, ia juga mengingatkan publik agar tidak menjadi orang 'NAIF' dengan menganggap momen AGI sebagai 1 hari pembuka yang dramatis.
AGI harus dipandang sebagai proses transisi bertahap yang terus ditingkatkan terus menerus secara konsisten. Mulai dari meningkatkan performa, kecepatan, kualitas respons, pengumpulan big data yang lebih banyak, hingga perluasan infrastruktur data center Stargate.
Di tahun 2026 ini, biaya standar API Open AI dipatok pada angka $ 10 ( setara Rp 17.600 ) per 1.000.000 token input dan $ 50 ( setara R p880.000 ) per 1.000.000 token output.
Kemajuan pesat penalaran ASTRA sudah setara ilmuwan legendaris.
Tim OpenAI mengatakan :
GPT-6 Astra merupakan kemajuan masif bagi penemuan ilmiah, matematika, dan dunia kesehatan. Sahutnya.
Sam Altman, founder dan CEO Open AI, mengatakan :
Ini seperti langkah baru dalam proses ini menuju model yang benar benar dapat membantu kita menciptakan value, melakukan pekerjaan, menemukan ilmu pengetahuan baru, membantu kita mendapatkan bantuan, memulai perusahaan baru atau menciptakan produk baru. Secara subjektif ini sangat berbeda dibandingkan model model generasi sebelumnya." Sahutnya.
Keunggulan Astra terbukti nyata melalui berbagai tolok ukur (benchmark) global :
GPQA Diamond ( Pemikiran penalaran ilmiah di bidang biologi, kimia & fisika) : 96%
ARC-AGI : 99,9%
ExploitBench : 100%
FrontierMath Tier 4 : 98% ( Kemampuan keahlian matematika melonjak drastis dari generasi sebelumnya yang cuma diangka 85%, kini naik jadi 98% ). Frontiermath adalah test matematika untuk AI, di mana test ilmu matematika ini tidak pernah diketahui dan tidak pernah diajarkan di SD, SMP, SMA, S1, & S2. Matematika ini hanya diketahui oleh kalangan S3, R&D tingkat company enterprise yang diisi oleh orang orang jenius, peraih nobel dan kalangan ilmuwan terpintar.
Jadi, artinya dengan pencapaian tolak ukur ini, maka kemampuan bernalar & berpikir AI Astra sudah meningkat setara dengan ilmuwan seperti Albert Einstein, Sir Isaac Newton, Al Khwarizmi, Archimedes, Stephen hawking, dll.
OpenAI Astra bahkan telah menyelesaikan 10 kemajuan dalam ilmu matematika dan sains yang membingungkan para peneliti manusia selama bertahun tahun.
Pada saat ini, AI Chat GPT tidak lagi sekadar memindai atau mencari referensi ( scanning ebook PDF, jurnal ilmiah, situs web, social media, dll ) atau melakukan pencarian searching di internet untuk menemukan jawaban berdasarkan statistik bigdata. AI Astra lebih dari itu, karena sudah mampu bernalar dan berpikir tingkat lanjut untuk menciptakan ilmu pengetahuan baru meskipun dengan informasi minim di jagat internet.
Di laboratorium R&D dan universitas, Astra dapat membantu memeriksa data, memvisualisasikan hasil, melakukan rekayasa balik biner, menambal celah keamanan cyber security, mensimulasikan jaringan sel, menganalisis malware, memahami logika coding tanpa akses ke closed source code, hingga mengidentifikasi genetika guna memandu peneliti dalam menentukan langkah riset selanjutnya.
Afrid Fransisco, percaya bahwa OpenAI sudah 100% mencapai level AGI.
Langkah selanjutnya yang perlu difokuskan adalah bagaimana mengefisienkan harga token, efesiensi listrik, air dan membuat operasional semakin efektif bagi peradapan manusia di seluruh dunia.
Chip AI Jalapeno Khusus untuk Data Center Stargate
Untuk menopang beban pemrosesan komputasi pelatihan dan inferensi kecerdasan tingkat tinggi dari GPT6 Astra.
OpenAI membuka lini bisnis baru dengan ambisi merancang desain custom chip AI Jalapeno buatan sendiri. Bekerjasama dengan AMD, Broadcom, TSMC dan Celestria.
Alih alih membeli hardware semikonduktor dari Nvidia.
Chip Jalapeno tidak akan dijual ke siapa pun, hanya eksekutif untuk OpenAI sendiri.
Langkah strategis bisnis ini ditujukan untuk menghemat uang atau memangkas biaya operasional dari pemasok perangkat GPU Blackwell buatan Nvidia. Hasil akhirnya diharapkan harga token kian murah meriah.
Langkah OpenAI meniru taktik bisnis apa yang sudah sejak lama dilakukan oleh perusahaan Alphabet dengan membuat chip sendiri : TPU ( Tensor Processing Unit ) dan perusahaan Amazon.com dengan chip Trainium. Hasil dari akuisisi perusahaan teknologi asal Israel. Yaitu Habana labs.
Alih alih membeli dari Nvidia. Amazon dan Alphabet bikin arsitektur chip sendiri. Hal yang sama dilakukan oleh Open AI melalui chip Jalapeno sendiri.
Pada tahap awal, Jalapeno bakal beroperasi di infrastruktur pusat data center Stargate seluas 345 hektar.
Ekspansi OpenAI ke bisnis Industri Robot Humanoid.
Sam Altman dengan penuh percaya diri siap memasuki ranah bisnis robot humanoid.
Open AI tidak hanya diingat sekedar perusahaan perangkat lunak saja ( software ), tapi melebarkan sayap bisnis ke sektor yang lebih besar. Yaitu perangkat keras hardware seperti yang dibahas diatas. Termasuk menciptakan robot humanoid sendiri.
Dengan menginstal otak kecerdasan AI Astra ke dalam bentuk fisik robot.
OpenAI menciptakan kombinasi terpadu dan terintegrasi dalam menandai era transformasi perusahaan The OpenAI Foundation ke level berikutnya.
Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.


