Skip to main content

Seandainya Ikan Teri dan Semua Ikan Kecil Punah, Bisakah Kacang Kedelai Menggantikan Tepung Ikan untuk Pakan Ayam Kampung KUB dan Ayam Bangkok ? (2026)

Perkenalkan.

Sebut saja namanya : Mas Budi.

Beliau adalah seorang peternak dengan 1.000 ekor ayam kampung KUB dan ayam Bangkok.

Budi biasanya meracik jagung, dedak, dan tepung ikan.

Tetapi di tahun 2026, Budi semakin kesulitan untuk membeli, mencari dan mendapatkan tepung ikan di toko pakan ternak karena sering kehabisan atau stock kosong.

Usut punya usut. Ternyata nelayan makin kesulitan menangkap ikan di laut dan ikan di sungai.

Alhasil, demi menyelamatkan 1.000 ekor ayam kampung miliknya. 

Mas Budi terpaksa merogoh dompet untuk membeli pakan pabrikan seperti BR 1 Comfeed (Japfa Comfeed) dan BR 2 dari Wonokoyo.

Budi bertanya dalam hatinya :

Bagaimana jika di masa depan seluruh ikan teri, ikan rucah, ikan sapu sapu, dan jenis ikan kecil lainnya yang biasa menjadi bahan baku tepung ikan menjadi punah habis total ? Bisakah protein dari kacang kedelai menggantikan tepung ikan 100% untuk ayam kampung dan ayam bangkok. Sahutnya.

Kenapa Tepung Ikan Begitu Penting untuk Ayam kampung dan Ayam Bangkok ?


Pembuatan tepung ikan diolah dari hasil tangkapan di laut dan di sungai. Biasanya berupa ikan teri, ikan kecil bertulang tajam yang banyak duri, ikan sapu sapu dan ikan jenis lainnya yang tidak dikonsumsi oleh manusia tapi bisa diolah sebagai pakan ternak.

Ikan ini direbus sampai matang, digiling halus sekecil tepung dengan mesin, lalu dikeringkan.

Alhasil, jadilah tepung ikan.

Secara nutrisi, tepung ikan mengandung profil protein dan asam amino esensial yang lengkap.

Tetapi karena overfishing dan perubahan iklim yang kian menantang di masa depan.

Ancaman krisis tepung ikan akibat kepunahan ikan ikan kecil jadi sesuatu hal yang dikwatirkan oleh mas Budi.

Sapi vs Ayam : Mengapa Kacang Kedelai Tidak Dapat Menggantikan Tepung Ikan.

Ayam membutuhkan protein antara 16% - 24% per hari di dalam kandungan pakannya.

Kacang kedelai memang bisa memenuhi kandungan protein nabati untuk ayam. Tapi hasilnya tidak akan pernah bisa maksimal bahkan seringkali dapat membuat ayam jadi sakit dan mati mendadak.

Apabila dibandingkan. Maka sistem pencernaan ayam berbeda dibandingkan sapi.

Sapi merupakan hewan ruminansia ( pemamah biak ) dengan sistem pencernaan khusus berupa perut rumen yang sistemnya diperuntukkan untuk herbivora. Jadi, sapi diberikan kacang kedelai tidak jadi masalah.

Tapi ini berbeda banget dengan ayam.

Ayam adalah hewan omnivora dengan sistem pencernaan metabolisme ekstra cepat sebagai pemakan kombinasi gabungan dari pemakan daging ( karnivor ) & pemakan tumbuhan ( herbivora ) sehingga disebut 'OMNIVORA'.

Jika, Mas Budi nekat mengganti tepung ikan dengan hanya mengandalkan sumber protein dari tanaman kacang kedelai ( mencampur jagung, dedak, dan kedelai tanpa suplemen daging berupa tepung ikan ), berikut sebab akibat dampak buruk pada ayam :

  1. Pertumbuhan terhambat dan badan makin kurus.

  2. Bulu rontok dan kusam.

  3. Penurunan daya tahan tubuh ( mudah terserang bakteri dan virus).

  4. Penurunan produktivitas telur dan lemah syahwat ( ayam jantan bangkok kehilangan gairah berkokok dan ayam betina malas bertelur ).

  5. Ayam terlihat cepat tua dan nampak lesu, lemah, dan lunglai. 

  6. Kematian mendadak akibat malnutrisi kronis.

Mengapa demikian ?

Karena struktur nutrisi kedelai dan tepung ikan itu berbeda.

Tepung ikan dari daging dagingan, kaya akan dua asam amino yaitu : Lisin dan Metionin.

Sementara kacang kedelai, meski kaya terhadap Lisin, tapi miskin Metionin.

Keajaiban Sains di Balik Pakan Pabrikan.

Kendati demikian, kenapa pakan pabrikan seperti BR 1 Comfeed dan BR 2 Wonokoyo dan pakan pabrikan dari perusahaan lain dapat membuat ayam tetap sehat.

Jawabannya ada pada teknologi penambahan asam amino sintetis berupa DL-Methionine dan L-Lysine.

Banyak peternak mengira bahan sintetis ini terbuat dari ekstrak daging ikan.

Padahal, zat ini dibuat sepenuhnya tanpa melibatkan unsur hewan sama sekali.

  • DL-Methionine : Dibuat melalui proses sintesis kimia industri higienis dengan memanfaatkan komponen gas petrokimia yang diolah secara presisi di pabrik kimia.

  • L-Lysine : Dibuat melalui proses fermentasi mikroorganisme ( menggunakan bakteri baik Corynebacterium glutamicum ). Prinsip kerjanya mirip seperti membuat kecap, tapai, atau yogurt. Bakteri diberi makan molases ( berasal dari tetes tebu ) atau pati jagung, lalu menghasilkan asam amino lisin.

Dengan bantuan asam amino hasil teknologi dari pabrik perusahaan, maka kekurangan metionin dan l-lysine pada kacang kedelai dapat ditutupi. Yaitu dengan menambahkan pakan pabrikan, sekalipun tanpa tepung ikan, hanya mengandalkan protein kacang kedelai dengan penambahan zat buatan untuk menutupi kekurangan tersebut.

Bisakah Kacang Kedelai Menggantikan Tepung Ikan ?

Seperti pembahasan diatas. 

Jawabannya : Tergantung kepada bagaimana cara pemeliharaan ayam kampungnya. 

Jawab : Bisa iya, bisa tidak.

  • BISA ( IYA ) : Jika ayam kampung dipelihara dengan sistem diumbar bebas sampai berkeliaran dan berkeluyuran ke pekarangan rumah tetangga. Ayam kampung yang dilepas bebas kesana kemari dapat mencari kekurangan lisin dan metionin-nya secara alami dengan sendirinya yaitu dengan mematok cacing tanah, jangkrik bos, rayap, ulat magot, undur undur, kecoa, semut hitam, katak dan serangga kecil di tanah. Atau bahkan ayam bisa mencuri makanan nasi + daging ayam goreng Rocket Chicken + sambal balado di piring milik dapur tetangga untuk mendapatkan MBG ( makan siang bergizi gratis ).

  • TIDAK BISA : Jika ayam dipelihara secara intensif di dalam kandang tertutup atau dipelihara pada ruangan dengan slot terbatas yang dibatasi oleh tembok. Maka ayam kesulitan mendapatkan cacing dan serangga lainnya di tanah.

Solusi Mas Budi untuk kelangkaan tepung ikan dan teknik efisiensi Pakan di Samping Sisa Lahan Kosong.

Sadar bahwa pakan pabrikan cukup menguras kantong, Mas Budi tidak tinggal diam.

Budi memanfaatkan lahan kosong di samping kandangnya untuk menanam tanaman alternatif sumber protein.

Mas Budi membudidayakan Azolla ( tanaman air berprotein tinggi yang cepat berkembang di kolam terpal ), serta menanam kacang panjang, bayam, hingga daun kelor.

Selain itu, tanaman pakan air lain seperti Wolffia dan Lemna juga menjadi hijau yang kaya nutrisi.

Sekalipun, mas Budi kesulitan mencari tepung ikan yang stocknya kian sering kosong ( habis ).

Membeli pakan pabrikan yang kaya terhadap asam amino. Lalu ditambah dengan hijau hijauan kaya protein, dicampur dengan dedak, jagung, nasi aking, dll. Kini Budi berhasil mengefesiensikan biaya pakan ternak miliknya tanpa mengorbankan kesehatan 1.000 ekor ayam kesayangannya dan tanpa perlu lagi kwatir kesulitan mendapatkan tepung ikan. Karena ada alternatif dari pakan pabrikan buatan perusahaan. 

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.