Skip to main content

Perusahaan Amerika Serikat Motorola Solution akuisisi Israel Dfend senilai $ 1,5 miliar dolar ( Rp 26 triliun ) [ teknologi pengambilalih dan membajak drone jahat dengan serangan cyber RF non-kinetik berbasis AI ] ( 2026 )

Drone sipil, sebuah benda terbang yang ukurannya kecil.

Jika kakek nenek melihatnya di era tahun 1940.

Mereka bisa saja menganggap sebagai piring terbang milik Alien UFO yang bisa menculik anak ayam.

Tetapi di tahun 2026.

Drone hanya mainan hobi bagi banyak orang yang bisa di beli dengan mudah melalui toko online dan toko offline.

Drone bisa juga dipakai untuk fotografi, pemetaan survei lahan, pembuatan konten media Youtube, dll.

Tetapi karena maraknya pembelian drone sipil yang terjadi di seluruh dunia.

Permasalahannya tidak semua orang yang menjadi pengguna drone memiliki niat baik.

Dalam beberapa tahun terakhir, drone sipil sering digunakan oleh orang jahat untuk menyelundupkan narkoba, mengganggu aktivitas bandara, menerobos wilayah istana VVIP kepresidenan milik pemerintah, memotret instalasi militer tanpa izin, mengganggu pertandingan olahraga sepak bola, bikin iseng di pelabuhan, mengintip artis lagi ganti baju dan meneror terminal transportasi umum.

Bahkan dalam skenario terburuk.

Drone tersebut dimodifikasi membawa hulu ledak bom sehingga berubah menjadi senjata drone kamikaze yang mematikan untuk melancarkan aksi bom bunuh diri.

Akibatnya, banyak negara panik dan mulai menyadari pentingnya teknologi penanggulangan bahaya.

Teknologi Israel Dfend.

Perusahaan asal Israel menciptakan teknologi serangan cyber berbasis Radio Frequency (RF) yang mampu menyadap komunikasi drone, mengambil alih kendali drone, lalu memaksa drone tersebut turun mendarat secara paksa ke lokasi yang telah ditentukan.

Artinya teknologi buatan Dfend dapat membajak drone sipil ketika melewati garis batas perimeter keamanan udara.

Produk andalan D-Fend bernama EnforceAir.

Enforceair telah dipasarkan, dijual dan alat telah diekspor ke lebih dari 30 negara di dunia. Teknologi ini didukung kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi, mengidentifikasi, memutus komunikasi, hingga mengambil alih drone secara otomatis.

EnforceAir tersedia dalam berbagai konfigurasi. Ada versi portabel yang dapat dibawa seperti ransel tentara, ada versi yang dipasang di atap gedung, kendaraan lapis baja, hingga mobil patroli polisi.

Artinya, perangkat ini dapat digunakan oleh tentara, polisi, paspampres, penjaga bandara, petugas keamanan stadion, satpam hingga pengelola fasilitas VIP.

Motorola Solutions Mengakuisisi D-Fend.

Melihat potensi ancaman yang terus meningkat, mengamankan wilayah udara dari penyalahgunaan drone sipil kini telah menjadi kebutuhan mendesak bagi banyak negara.

Selain itu, pangsa pasar penanggulangan counter drone tumbuh pesat guna menertibkan drone nakal yang mengancam keselamatan manusia.

Perusahaan Motorola Solutions asal Amerika Serikat memutuskan di tahun 2026 dengan secara resmi mengakusisisi perusahaan Israel, D-Fend.

Nilai mahar akuisisi mencapai $ 1,5 miliar dolar atau setara dengan Rp 26 triliun rupiah.

Perusahaan D-Fend didirikan oleh 3 founder asal Israel. Bernama Assaf Monsa, Yaniv Benbenisti dan Zohar Halachmi dari lulusan universitas Technion Israel.

Founder : Dfend Israel

Setelah akuisisi, perusahaan D-Fend tetap beroperasi seperti biasa di kantor pusat di Israel, namun statusnya berubah menjadi anak perusahaan. Seluruh laporan keuangan dan akuntansi milik D-Fend akan digabungkan ke dalam perusahaan induknya di Amerika Serikat, serta dikonsolidasikan ke bursa saham dengan kode emiten MSI.

Nilai akuisisi menunjukkan bahwa Motorola Solution melihat teknologi anti drone sebagai salah satu sektor keamanan dengan pertumbuhan tercepat yang mendatangkan banyak pundi pundi ekonomi.

CEO Motorola Solutions, Greg Brown asal Amerika Serikat mengatakan :

"Drone liar telah mengubah langit kita menjadi lanskap yang berisiko tak terduga, di mana hanya mendeteksi saja tidak lagi cukup. Dengan D-Fend, ancaman drone tidak hanya diidentifikasi tetapi komunikasi mereka juga dihentikan dan dialihkan sehingga drone tersebut mendarat ke tempat yang aman, menjaga keselamatan masyarakat dan komunitas". Sahutnya. 

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perubahan keamanan anti drone modern. Tidak sekedar mendeteksi ancaman, tetapi juga harus bisa dikendalikan.

Jadi, tujuan utama Motorola Solutions melakukan akuisisi adalah untuk mengamankan produk portofolio unggulan milik D-Fend yang bernama EnforceAir.

Teknologi EnforceAir yang Penting Diketahui :

Sebagai informasi tambahan untuk wawasan anda.

EnforceAir pada dasarnya dirancang untuk menetralisir drone sipil kelas bawah hingga kelas menengah yang berbasis GPS dan frekuensi standar komersial.

Perlu dicatat bahwa :

Enforceair tidak dapat menghentikan drone militer kelas atas.

Drone militer kelas atas yang canggih berbasis AI internal penuh dengan code data komunikasi terenkripsi atau drone yang menggunakan kendali kabel fiber optic.

EnforceAir, sama sekali tidak dapat melumpuhkannya dan tidak mempan sama sekali.

Kendati demikian, perangkat ini tetap bermanfaat mengingat mayoritas ancaman keamanan di area publik saat ini justru datang dari drone sipil berbasis GPS yang jumlahnya menjamur di mana mana.

Jadi target utama Dfend adalah drone sipil yang digunakan oleh teroris, pelaku kriminal, penyelundup, maupun orang orang iseng dan orang jahat.

Masalahnya, jumlah drone sipil seperti itu diluaran sana ada banyak banget.

Tentang Kisah Balik Motorola Solutions dan Persaingan di AS.

Dulu, perusahaan Motorola identik dengan handphone.

Namun, akibat kalah bersaing dengan Apple (iPhone) dan Alphabet (Google Pixel) di pasar domestik AS, divisi handphone Motorola menghadapi masa suram dan hampir bangkrut.

Lini bisnis handphone tersebut akhirnya diakuisisi oleh perusahaan asal China, Lenovo.

Harapan Lenovo mengakusisi Motorola yang hampir bangkrut supaya dapat kembali meningkatkan atau menaikkan derajat marwah nya.

Disisi lain, Motorola masih mempertahanan di ranah bisnis teknologi keamanan komunikasi militer yang masih dipertahankan di AS dengan nama Motorola Solutions.

Saat ini, Motorola Solutions mengkhususkan diri menyediakan alat komunikasi canggih untuk tentara, polisi, dan pemadam kebakaran melalui produk andalan seperti seri APX, TALKABOUT, AVTEC, dan lainnya.

Dengan aksi Motorola Solutions mengakuisisi Dfend. 

Itu tidak sendirian di ranah anti drone di Amerika Serikat.

Hello Moto harus bersaing ketat dengan beberapa perusahaan raksasa teknologi yang juga memiliki solusi serupa, seperti L3Harris, Anduril Industries, Ondas Autonomous, Leonidas grup dan lain lain.


Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x