Skip to main content

Brazil Terapkan Energi Bensin E100 dari Tebu dan Jagung : Sukses Pekerjakan 2,5 Juta Rakyat Secara Berkelanjutan ( 2026 )

Ketika dunia internasional masih sibuk mengurus tentang subsidi pembeliaan mobil dan motor listrik berbasis EV electric vehicle yang berharga mahal dan ditambah kebijakan menyesatkan lainnya yaitu malah diberikan insentif keringanan tax pajak pada jenis kendaraan listrik tersebut, sehingga membebani APBN ( Anggaran Pendapatan Belanja Negara ).

Negara Brazil justru berpikir maju ke depan. Dengan menolak buang buang listrik ke udara.

Saat orang orang pendukung pro subsidi listrik yang sebenarnya tanpa disadari cuma menguras kantong APBN ke arah defisit.

Katanya subsidi listrik itu penting supaya jalanan bebas dari polusi udara, bebas kanker paru paru dan zero 0 emisi.

Para pendukung pro subsidi mobil dan motor listrik selalu berpikir mereka sedang menyelamatkan planet dari pencemaran udara.

Tapi lupa, APBN mereka terus ngos ngosan memberikan subsidi listrik setiap tahunnya dan lupa itu hanya memperkaya orang orang China dan memperkaya pabrik BYD .

Pemerintah Brasil justru sudah melesat jauh di depan.

Melalui kebijakan radikal sejak lama, alih alih memberikan subsidi listrik untuk kendaraan EV. Pemerintah Brasil menolak keras memberikan subsidi berupa potongan harga langsung kepada pembelian mobil listrik dan motor listrik seperti yang banyak diterapkan oleh kumpulan negara negara bodoh yang otak pejabatnya ada di pantat.

Brazil memanfaatkan kekuatan alam dan tanah subur miliknya dengan menggunakan tebu dan jagung sebagai hidrous etanol murni atau E100 ( 100% biofuel ).

Implementasi massal bensin E100 di Brasil secara nyata telah bertransformasi menjadi mesin raksasa pencipta lapangan kerja yang sukses menghidupi lebih dari 2,5 juta rakyat bisa hidup.

Bagaimana 1 kebijakan tepat dari Brazil memberikan dampak sosil dan ekonomi yang pada akhirnya menyentuh sektor dari pedesaan hingga perkotaan dari hulu hingga hilir.

2,5 Juta Tenaga Kerja Berkelanjutan : Dari Kebun Jagung dan Tebu hingga ke Kota.

Angka penyerapan tenaga kerja yang menembus lebih dari 2,5 juta orang ini tidak terjadi dalam semalam. Tapi sudah direncanakan selama bertahun tahun.

  1. Sektor Hulu (Tenaga Kerja Langsung): Rantai pasok utama dimulai dari perkebunan tebu dan perkebunan jagung skala masif. Industri ini menyerap banyak petani, pemanen buah, ahli agronom, hingga operator traktor, bengkel traktor, pabrik penyulingan (distillery), ribuan ahli teknisi, karyawan pabrik yang bekerja siang sampai sore untuk mengubah tanaman tebu & jagung menjadi E100.

  2. Sektor Tengah ( Tenaga Kerja Tidak Langsung ): Kehadiran E100 menghadirkan industri pendukung yang bergerak secara circular. Ribuan lowongan kerja baru tercipta di sektor manufaktur truk tangki khusus, pabrik pupuk organik, laboratorium riset genetika benih, hingga konstruksi infrastruktur energi dan banyak lagi.

  3. Sektor Hilir (Tenaga Kerja Turunan / Induced): Ekonomi makro multi efek bekerja di bidang pekerjaan lainnya. Seperti sektor kuliner, perumahan, retail UMKM di sekitaran agroindustri pertanian dan perkebunan yang ikut panen dan cuan karena hadirnya lapangan kerja baru.

Cukup pakai mobil dan motor Yamaha dan Honda.

E100 tidak butuh beli kendaraan listrik yang mahal.

Tidak perlu gaya gayaan punya mobil EV & motor EV.

Pakai motor dan mobil ala Yamaha dan Honda buatan Jepang yang sudah melegenda di hati masyarakat Brazil.

Ditambah lagi dengan hukum kebijakan ketat di Brasil yang mewajibkan SPBU Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum menggunakan bensin E100. Maka sektor logistik cair dan distribusi retail tidak perlu dimodifikasi, cukup pakai apa yang sudah ada sejak lama. Hemat biaya dan ongkos, apalagi warga Brazil memang sudah terbiasa menggunakannya.

Pemerintah Brasil mampu memberikan pekerjaan dan menghidupi 2,5 juta warganya hanya dari aktivitas tebu dan jagung.

Selain itu, Brazil sukses mengurangi impor bensin dari Timur Tengah

Keberhasilan ini didorong oleh program bioetanol yang masif skala raksasa yang telah diterapkan sejak dekade 1970. Awalnya dimulai dari yang kecil yaitu E10, lalu tahun berikutnya menuju ke E20, lalu lanjut ke E30, dst sampai pada akhirnya mencapai titik akhir di E100.

Pemerintah Brasil paham bahwa rakyat nya tidak memiliki banyak uang untuk membeli motor listrik dan mobil listrik yang sesungguhnya harga teknologi EV itu sejatinya mahal ketimbang kendaraan berbasis E100.

Brazil juga tidak ingin menyenangkan hati pecinta pro subsidi listrik. Tapi sebab akibatnya justru merusak APBN ke arah minus.

E100 adalah tameng kedaulatan energi Brazil, sekaligus jaminan ketersediaan lapangan pekerjaan dan memastikan dapur keluarga mengepul dan piring terisi bagi jutaan rakyatnya

Karena program kebijakan E100. Uang ekonomi ini berhasil berdampak dan berputar circular di dalam negeri Brazil. 

Jika kebijakan E100 tidak diterapkan sejak 1970. Maka APBN Brazil dipastikan lebih tekor karena banyak impor energi, impor baterei listrik EV dari China dan utang negara Brazil bisa menjadi bertambah semakin memburuk.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU. 

Donasi : Bank BCA 8600171012 [ terima kasih ]

BITCOIN : bc1q63a8aznadpfmzac67rt5eeyl4gsg6qq2r3mc9x