Skip to main content

Afrid Fransisco Ucapkan Terima Kasih untuk Kerja Keras Polisi dan Pemadam Kebakaran Karhutla di Kota Palangka Raya (2026)

Afrid Fransisco tinggal di kota Palangkaraya.

Tepatnya didekat kawasan yang berada dengan perbatasan Taman Nasional Sabangau.

Wilayah tempat tinggal saya memang dikelilingi oleh hutan yang masih luas.

Namun, di balik keindahan hutan tersebut. Musim kemarau yang berkepanjangan bisa menjadi musibah akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan gambut ( karhutla ).

Tadi siang, di bulan Oktober 2026.

Api tiba tiba datang

Api kebakaran hutan telah berhasil sukses dipadamkan oleh petugas dengan gerak cepat sebelum membakar banyak rumah penduduk disekitarnya.

Api kebakaran hutan semakin menjalar mendekati kawasan pemukiman penduduk dan mendekati rumah tempat tinggal saya. Jaraknya kini hanya terpaut 1 rumah dari tetangga sebelah.

Kobaran api hutan merembet masuk ke area penduduk.

Tanpa kehadiran polisi dan petugas pemadam kebakaran. Maka mustahil api ganas tersebut dapat dipadamkan sebelum menghanguskan rumah rumah penduduk yang lain.

Dalam lubuk hati saya yang terdalam, saya mengucapkan terima kasih sebesar besarnya kepada polisi dan pemadam kebakaran yang telah bekerja keras melindungi masyarakat.

Jika saya menelaah lebih dalam. Penyebab utama kebakaran hutan di tempat tinggal saya, tidak serta merta disebabkan oleh ulah manusia usil atau orang usil yang sengaja membakar hutan.

Faktor lainnya berupa perubahan iklim global warming dan musim kemarau yang ekstem. Saya perhatikan, bahwa cuaca terik telah membuat aliran air menjadi kering, mata air di tempat saya yang biasanya banyak airnya kini jadi kering kerontang hingga membuat ikan mati kekeringan.

Sedangkan sungai berukuran besar juga turut terkena efek dahsyat kekeringan sehingga menyebabkan kondisi penurunan debit air yang drastis.

Saya perhatikan bahwa hutan di sebelah rumah saya mengalami kekeringan total. Ranting kayu, lahan gambut yang biasanya basah jadi kering banget, banyak tumbuhan dan daun yang biasanya hijau kini berubah jadi kuning cokelat kusam yang kering. 

Ketika ada tiupan angin kencang bergesekan dengan gesekan ranting kering atau dedaunan kering tersebut, maka percikan api alami pun tercipta, memicu kebakaran hutan secara alamiah. Api bahkan bisa menjalar, menyebar dan muncul tiba tiba hingga ke dalam bawah tanah yang dimana apinya susah dimatiin. 

Dampak dari meluasnya kebakaran hutan ini memang dirasakan meresahkan rakyat di kota Palangkaraya sepanjang tahun 2026.

Tetangga saya bahkan sakit sesak nafas karena menghirup asap pekat ( ISPA ). 

Beberapa orang lanjut usia, bahkan memilih pindah dari Kalimantan ke pulau Jawa atau ada juga orang yang memilih melarikan diri ke daerah provinsi lainnya yang tidak kena asap.

Saya ( Afrid Fransisco ) juga merasa gangguan kesehatan. 

Saya mengalami sesak nafas dan kepala pusing akibat asap.

Untuk mencegah gangguan kesehatan akibat ISPA. Saya menutup pintu dan jendela rumah agar partikel asap tidak sampai menyusup masuk terlalu banyak ke dalam ruangan dan apabila keluar beraktivitas di luar menggunakan masker.

Afrid Fransisco, pengen mengucapkan rasa hormat dan terima kasih setinggi tingginya kepada seluruh aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran di kota Palangkaraya.

Mereka telah bekerja keras tanpa kenal lelah, mulai dari pagi hari, siang, sore, hingga berlanjut sampai malam hari.

Menurut saya, pekerjaan memadamkan kebakaran hutan bukan perkara mudah.

Saya salut dengan kerja keras polisi dan pemadam kebakaran untuk menghadapi panas & asap yang mencekik, serta kobaran api yang dapat menyegat tubuh menjadi panas yang tak tertahankan.

Saya aja pilih kabur menjauh dari kebakaran hutan, karena panasnya menyengat tubuh.

Tapi polisi dan pemadam kebakaran malah berani mendekat. 

Saya merasa salut kepada dedikasi mereka.

Padahal memadamkan api hutan gambut itu sulitnya minta ampun. 

Susah banget dipadamkan, butuh kerja keras extra untuk memadamkannya. 

Udara sekitar terasa panas.

Bahkan tanah terasa panas.

Ketika saya bangun pada pagi hari, mereka sudah bekerja keras.

Ketika saya mulai tidur jam 9 malam. Polisi dan petugas pemadam kebakaran masih terus berkerja.

Aparat kepolisian bahkan mengubah mobil water cannon yang biasanya untuk mengamankan aksi demonstrasi. Kini dialihfungsikan untuk membantu memadamkan api di titik titik krusial pemukiman penduduk.

Para petugas pemadam kebakaran bergerak dengan cekatan dan profesional menjinakkan amukan si jago merah yang melahap hutan.

Bahkan polisi di dekat rumah saya, menyediakan pos keamanan pemadam kebakaran yang beroperasi 24 jam nonstop.  

Drone quadcopter dengan kamera pendeteksi thermal panas dan helikopter water bombing.

Saya memberikan 2 jempol kepada drone quadcopter yang lagi sibuk terbang dan patroli di udara untuk membantu mendeteksi titik keberadaan api demi mencegah kebakaran yang lebih besar. 

Helikopter yang membawa ember air raksasa turut membantu pemadaman kebakaran hutan dari udara.

Anak kecil dengan ramai ramainya berkata :

“Apa helikopternya tidak capek, bolak balik terus'. Sahutnya. 

Pertanyaan dari anak kecil ini membuat hati saya terpukau.

Bahkan anak kecil saja tahu, betapa kerasnya kerja keras aparat pemadam kebakaran tersebut.

Dalam lubuk hati saya yang terdalam. Afrid Fransisco merasakan ucapan terima kasih yang yang sebesar besarnya kepada polisi dan pemadam kebakaran.

Terima kasih karena tetap bekerja ketika sampai malam tiba, ketika saya dan tetangga lainnya sudah tertidur beristirahat. Tetapi petugas aparat tetap bekerja keras sampai malam pekat.

Terima kasih karena tidak menyerah menghadapi api yang mengancam keselamatan kami.

Semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan tugas berat ini.

Jasa polisi dan pemadam kebakaran begitu berarti bagi rakyat kota Palangkaraya.

Terima kasih. Semoga bermanfaat ya. GBU.